Jumat, 18 Agustus 2017

LRT City : Mengurai Kemacetan Karena Waktu Begitu Berharga





Ini Jakarta
“ Dinnn, … dinnn,…dinnn".

Suara porak poraknda di jalan saat jam-jam sibuk, tetapi tidak hanya itu, benang kusut yang sulit dibentangkan menjadikan Jakarta sebagai kota yang selalu dilanda kemacetan puluhan tahun dengan berbagai pemicu  juga faktor. 


Kalau yang mamih perhatikan selama kurang lebih 20 tahun (korupsi umur haha) lahir dan hidup di Jakarta, rutinitas yang terjadi pada masyarakat Jakarta begitu padat, mimpi akan meraih kesuksesan di Jakarta begitu tinggi dan tawaran fasilitas makmur hidup di Jakarta juga begitu menggoda. Alhasil banyak sekali penduduk yang berbodong-bondong tinggal dan mencari nafkah di pusat kota Indonesia ini. Masyarakat yang penuh warna dan berbaur di Jakarta menjadikan penduduknya heterogen, berbagai suku juga warga negara asing yang juga menetap di Jakarta, sama seperti kota lainnya juga sebenarnya tidak hanya di Ibu Kota ada 2 sisi yang signifikan berbeda, di sisi lain kita melihat kemewahan dan kenyamanan fasilitas di Kota Jakarta yang modern dan maju, tetapi miris di sisi lain Jakarta juga tidak terhindar dari kemiskinan atau disebut dengan istilah “scam city”. (istilah mamih aja sih)

Kita jadi enggan keluar rumah karena macet


Kemacetan ohhh noo !!!
Mengerucut pada problematika kemacetan yang belum usai, mamih melihat dari mata pengalaman mamih yang mungkin masih terbilang awam, kemacetan Jakarta lebih terjadi dari berbagai factor antara lain :
·        Masyarakat tidak tertib lalu lintas
o   Pejalan kaki, menyebrang sembarangan, tidak menggunakan jembatan penyebrangan, melakukan transaksi jual beli yang masih merupakan badan jalan, naik kendaraan umum bukan di tempat yang disediakan
o   Sepeda motor,  mulai menerobos lampu lalu lintas, stop sembarangan, tidak menggunakan helm, melalui jalur trasjakarta, melewati trotoar, ini juga mengakibatkan banyaknya tingkat kecelakaan pengguna sepedsa motor serta makin bertambah padat tiap harinya tumbuh ribuan kendaraan motor baru yang melintasi Jakarta.
o   Mobil (kendaraan pribadi), dengan alasan belum nyamannya transportasi massal di Jakarta bukan berarti pemilik mobil juga tidak bersalah ketikan stu kendaraan hanya berpenumpang 1-2 orang dan juga salah satu penyumbangan jumlahnya kendaraan di Jakarta. Belum lagi yang masih parker sembarangan dan berbagai pelanggaran lainnya yang membuat jalanan di Jakarta semakit merapat padat. Kendaraan pribadi juga bertambah pada saat work office senin-jumat masyarakat Jabodetabek bertambah sampai dengan 30%.
o   Kendaraan umum, angkot, bus, bemo, bajaj, taksi, angkutan online juga masih banyak yang seenaknya sendiri “ngetem”, menaikan dan menurunkan penumpang seenaknya, semakin tidak nyaman juga masyarakat menggunakan transportasi umum dan beralih ke kendaraan pribadi juga menjadikan tingkat individualism di Jakarta semakin menukik tinggi.

·  Mobilitas warga tinggi, sebagai pusat kota dan banyakknya head office di Jakarta membuat pegawai dan masrakat memiliki kegiatan yang padat dan selalu wara-wiri dengan mobilitas yang tinggi tidak hanya di jam berangkat kerja ataupun pulang kerja.

·  Tata kota yang masih berantakan, pembangunan kota Jakarta memang mengesankan dengan berbagai gedung tinggi, hotel, apartemen, juga mall tetapi belum memikirkan bagaimana laju operasional lalu lintas di Jakarta jadi semakai padat penduduk yang tinggal di Jakarta dan jalan di Jakarta menjadi semakin sempit.

Dampak Kemacetan
Kerugian kemacetan juga tidak hanya didasarkan kepada warga yang menjadi semakin egois dan emosional tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi akibat dan kemacetan karena pemborosan bahan bakar.
Dari segi kesehatan juga polusi udara hasil dari kemacetan bisa berpotensi berbagai penyakit salah satunya kerusakan otak, atau cepat terserang demensia. Polusi udara yang masuk kedalam dalam otak melalui aliran darahlah yang bisa menyebabkan demensia. Risiko ini juga bergantung pada jarak pemukiman dengan lokasi jalan raya.

Stress memicu penuaan dini


Kemacetan juga bisa menghambat keadaan darurat seperti pergerakan ambulan atau mobil pemadam kebakaran yang melambat akibat adanya kemacetan.
Waktu yang terbuang akibat kemacetan juga bisa mengakibatkan stress, emosional, beban kerja yang semakin menumpuk, waktu keluarga semakin berkurang, hidup yang kurang harmonis dan jauh dari bahagia. Dampak buruk tersebut tentu saja dirasakan oleh banyak penduduk Jakarta, tidak hanya Jakarta tetapi sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi yang juga merasakan kemacetan Jakarta harus menempuh jarak sekian jam pergi pagi pulang petang untuk melakukan tugas dan rutinitas. Kebersaaman bersama keluarga menjadi terancam dan banyak anak-anak yang tumbuh jauh dari orang tua karena harus berjuang melintasi jarak tempuh yang panjang.

Jadi rungsing kalau kena macet


Karena ini bukan drama atau mamih melebih-lebihkan walaupun tidak harus tiap hari keluar sangkar dan mengais rejeki di Jakarta mamih merasakan ketidaknyaman bila harus pergi ke sekitar Jakarta karena macet dan sudah terbayang ketidaknyamanannya menjadikan mood semangat jadi menurun.

Berdasarkan permasalahan yang semakin pelik tentu saja pemerintah tidak tinggal diam. Membangun keindahan dan kenyamanan kota tidaklah mudah, apalagi dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang sebetulnya kurang ideal. Pemerintah membenahi angkutan umum massal seperti KRL, membangun MRT, dan juga LRT. Tidak hanya itu saja pemerintah juga memiliki kontribusi bertanggung jawab agar bisa meratakan pembangunan ekonomi disekitar wilayah di Jakarta mengurainya dengan membangun sarana juga prasarana yang memadai sehingga pembangunan ekonomi di sekitar Jakarta mengalami peningkatan.

Nah ini dia salah satu solusinya


Apa Solusinya ???
Dari tadi tulisan mamih seakan terbakar kegalauan karena memang kurang nyaman berkeliaran di kota Jakarta dengan memakan waktu yang lebih lama, lebih lama pulang kerumah juga bisa mengurangi waktu bersama keluarga. Padahal bekerja juga yang utama untuk keluarga dan merasakan “Quality time untuk hidup lebih bahagia” seakan mimpi.
Menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga seakan sulit, apalagi saat mamih datang ke JCC kemarin bersama teman-teman dari Blogger Crony hamper semuanya menahan airmata mereka. Menyadari kurangnya kualitas komunikasi yang baik bersama keluarga, berubahnya sikap menjadi mudah emosiosional akibat stress kemacetan dan semuanya mengalaminya merasa berdosa.

Quality time dengan LRT City


Bersama Blogger Crony mamih menghadiri undagan di JCC oleh pengembang property ternama PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk bersama-sama menggali informasi dan menyebarkan kabar baik dalam mengurai kemacetan Jakarta. Hadir dalam acara ada Mba Nuniek Tirta yang merupakan pengusaha juga seorang Ibu yang akan membagi tipsnya dalam menjaga kualitass waktu bersama keluarga, Psikolog Tika Bisono dan Setya Adji Pramana yang akan membeberkan bagaimana merapkan waktu yang berkualitas dengan salah satu solusi kemacetan dan mengubah prilaku menjadi lebih bersyukur.

Salah satu hunian LRT City


Perlu Tahu dan Penting Pengalaman Mba Nuniek Tirta

Mamih memang mengikuti media social mba Nuniek dan juga menyukai tulisan di blognya sektar 2 tahun belakangan, mba Nuniek meruapakan pengusaha yang sudah ngeblog sekitar 15 tahun dan memiliki pengikut di Instagram sekitar 14k, wow.

Mba Nuniek merupakan seorang pengusaha yang ulet dan juga ibu dari 2 orang anak dan mengakui fakta bahwa tingkat kemacetan di Jakarta memang sangat menguras energy dan merugikan. Selain kerugian ekonomi, kemacetan juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat yang setiap harinya rata-rata menghabiskan waktu sekitar 5 jam dijalan raya. Stres sampai taraf depresi dapat menghantui masyarakat Jakarta yang setiap hari harus melalui kemacetan.

Menghantui mamih juga sebenarnya kalau ada acara dijam sibuk jadi uuuwooww kaki enggan melangkah, tetapi harus bisa semangat karena kebutuhan hidup yang berliku,” halaahhhhlll…”. Seakan mau teriak : 

 “kaaapaann waktuu berkualitas sama keluarga??? ” apalagi
 “ Kapan meee time???”.

Bagi Mba Nuniek, quality time adalah waktu bersama diri sendiri atau orang-orang terdekat dengan focus tanpa distraksi gadget. “Seperti kalau weekend saya suka lambat membalas pesan karena seharian focus quality time with family, internet off,” dijelaskan oleh Mba Nuniek. 
Dalam keluarga mba Nuniek juga memiliki kebiasaan seru nih, seperti saat makan tidak ada gadget kecuali untuk foto makanan tetapi memposting nanti setelah kebersamaan di meja makan. Untuk me time mba Nuniek mencuri waktu disela-sela meeting atau event dengan ke café atau perpustakaan yang menjadi favoritnya.

Ini Quality Time Mamih dan Babam, cukup dengan jogging salah satunya


Fakta Quality Time dan Intervensi Lingkungan
Mba Tika menjelaskan melihat begitu banyaknya permasalahan dan melihat beban psikologis yang dialami kaum urban tersebut, Tika melihat bahwa kebutuhan individu akan sebuah “quality time” adalah sesuatu yang wajib dipenuhi. Kita harus berbahagia juga memiliki waktu bersama keluarga, pasangan, anak, atau untuk diri sendiri. 
Misalnya, kita masih punya waktu untuk jogging seminggu tiga kali, itu bagus juga untuk kesehatan atau piknik sederhana dengan pasangan dan anak-anak, coba kita lihat lagi deh list apa saja yang sudah dilakukan bersama keluarga dan kita lakukan dirumah,  Mba Tika mengajak untuk lebih intens melakukan Quality time. 
Intervensi lingkungan positif


Mba Tika juga menambahkan bahwa disitulah mengapa intervensi lingkungan itu penting. Karena lingkungan yang diintervensi secara positif akan mempengaruhi mahluk hidup, siapapun da yang ada di lingkungan itu.

Adhi Karya menjawab dengan hadirkan LRT City

Yuk ke JCC pilih hunian impian di LRT City

Pembangunan sitem transportasi massal seperti LRT, diharapkan mampu mengubah kehidupan masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum. Layaknya sebuah kota megapolitan, Jakarta memerlukan kawwasan yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), sebagai solusi kemacetan yang ada.

Masyarakat diuntungan dengan adanya TOD dengan hunia yang telah terintegrasi dengan transportasi massal. Konsep TOD menjadi tepat ketika masyarakat memimpikan konsep penataan kota yang nyaman, terhindar dari macet juga merupakan solusi jangka panjang. Masyarakat juga bisa mendukung dengan beralih menggunakan transportasi massal juga bisa memiliki hunian yang strategis dan 0km terhubung dengan transportasi tersebut.

Proyek LRT City melalui departemen (Transit Oriented Development) ini nantinya akan terintegrasi dengan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan. Ada enam proyek LRT City menempati area seluas 50 hektar. Masing-masing di Ciracas seluas 11,5 hektar, Eastern Green Bekasi seluas 16,9 hektar, Royal Sentul Park Bogor seluas 14,8 hektar, Jaticempaka seluas 5,1 hektar, The Boutique Bekasi Barat (0,47 hektar), dan Cikoko 1,2 hektar.

Untuk saat ini, harga satu unit apartemen di LRT City satu unitnya dibanderol mulai Rp 300 juta. Dengan rincian ada 6 tower untuk satu kawasan yang terintegrasi dengan stasiun LRT. 

Di ajang pameran property IPEX 2017 di JCC Senayan, salah satu stan yang dicari banyak pengunjung adalah LRT City, akan berlangsung sampai 20 Agustus 2017. Ada tipe yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan pembeli, mulai tipe studio, 1 kamar atau 2 kamar tidur. Beberapa lahan yang berlokasi di stasiun LRT Jabodebek dikembangkan menjadi kawasan hunian dan komersial. Ini bisa menjadi solusi agar kaum sub urban bisa mendapatkan hidup yang lebih berkualitas, karena terbebas dari problem kemacetan yang semakin bermasalah.

Salah satu yang mamih suka adalah Pengembangan LRT City ini sejalan dengan program pemerintah yang membangun sistem transportasi massal, seperti commuter line, bus Transjakarta, hingga LRT/MRT guna mengatasi kemacetan di Jabodebek

Langsung terhubung LRT



Coba dipilih yah kalau mamih mau yang mana yah ???

Karena saat ini setidaknya 5 LRT City yang dibangun Adhi Karya yang terletak dekat stasiun LRT Jabodebek, antara lain LRT City Bekasi (Eastern green) seluas 16,9 hektare, LRT City Sentul (Royal Sentul Park) seluas 14,8 hektare, LRT City Jaticempaka (Gateway park) seluas 5 hektare, LRT City Cikoko 1,2 hektare, dan LRT City Ciracas (Urban signature) seluas 11,5 hektare.

Harganya relatif dengan fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan, coba dilihat tabungannya lagi nih. Apartemen dijual, yaitu tipe studio ditawarkan senilai Rp360 juta, satu kamar tidur Rp560 juta, dua kamar tidur Rp890 juta. Sedangkan harga ruko ditawarkan senilai 3 miliar per unit.
Pengembangan kawasan ini terdiri atas 12 tower apartemen dengan fasilitas berupa shopping mall, ruko, office tower, plaza/ landscape, family leisure park, pedestrian, bicycle track, culinary street, dan green connectivity di level 2 dengan lebar 3 m sepanjang 1,3 km yang menghubungkan antar bangunan.

Beberapa kawasan yang dikembangkan tidak hanya menargetkan kepada warga menengah keatas juga aka nada kejutan lagi bersama pemerintah untuk masyarakat luas. dhi Karya juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk memudahkan konsumen mendapat fasilitas pembiayaan melalui KPA ringan.

"Melalui sinergi BUMN ini, program yang diberikan berupa bunga rendah sebesar 5,99% p.a. untuk dua tahun pertama dan 6,7% p.a untuk dua tahun selanjutnya dan proses evaluasi dokumen awal yang lebih ringkas dan cepat. Uang muka ringan dan bebas biaya KPR," jelas Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Banyak hadiah menanti


Di JCC akan ada berbagai kesempatan untuk memiliki hunian dengan beragam hadiah juga pelayanan terbaik yang akan dibelikan kepada pembeli. Melihat LRT City begitu banyak yang mneyerbu mamih juga ingin memiliki 1 unit yang bisa nanti ditempati dan merasakan kenyamanan 0km dengan LRT yang terhubung dengan kawasan LRT City ini.


Waktu bersama keluarga sangat berarti


Impian warga untuk merasakan transportasi yang nyaman sekaligus hunian yang strategis akan segera terwujud dengan pembangunan yang dijanjikan tepat waktu. Adapun nanti akan ditempuh dengan waktu hanya 20 menit dari wilayah LRT City Bekasi Timur sampai ke Cawang dengan menggunakan LRT.

Mendukung pembangunan pemerintah salah satunya dengan mematuhi tata tertib pengguna jalan juga beralih menggunakan transportasi massal, karena telah terintegrasi jadi memudahkan masayarakat untuk melakukan rutinitas dengan mobilitas yang padat.

Mamih sangat senang dengan adanya pembangunan ini, jadi masyarakat memiliki pilihan dengan kebutuhan yang dapat disesuaikan dengan memilih wilayah LRT City mana yang sesuai untuk dimiliki yang memiliki fasilitas yang terbilang efektif. Akan disertai juga sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, sarana pendidikan, taman bermain, pusat olahraga yang memiliki manfaat untuk kualitas hidup yang lebih baik. Menambah saudara juga karena akan ada komunitas Elartizen yang nanti di bentuk bersama.

Waktu bersama keluarga sangatlah berharga, cobalah untuk diperbaiki dengan memulai komunikasi secara baik dan intens, perhatian juga kepada pasangan dan yang paling mamih ingin perbaiki adalah waktu bersama anak yang merupakan kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan.

Blogger Crony




4 komentar:

  1. luengkap
    klo udah kebangun beneran asyik
    gak bakal macet udah ada LRT

    BalasHapus
  2. Berarti nantinya gak ada akan alasan lagi untuk tidak menngunakan transportasi umum yaa mak miut. Makin banyak pilihan dan fasilitas makin kece.

    BalasHapus
  3. Aljmdulillah klok kemacetan udah ada solusinya, jd gk ada kerugian2 yg berarti lg deh,

    BalasHapus
  4. Ahh mamihh ketje banget tulisanya 😄.

    BalasHapus