Kamis, 03 Agustus 2017

Eropa Menjadi Target Pemasaran Produk UKM Indonesia


Sepatu kamu merk apa???
Beli di luar negeri yah???

Mir Ibu kamu tasnya dari Belanda yah??

Celana kamu beli di Singapura ???

Banyak terlontar pertanyaan di atas yang sebenarnya wajar tetapi mamih biasanya gak terlalu mementingkan pakaian, aksesoris, makanan branding dan berlabel impor dari luar terkadang harganya masuk dalam wilayah diluar logika, hahaha, dan mamih sendiri memang tidak terlalu teracuni untuk barang-barang bermerk, pertama karena memang kurang dana untuk saat ini kedua faktor kenyamanan dan keunikan biasanya lebih mamih pilih untuk mamih beli ketimbang merk.


Tidak dipungkiri mengapa barang-barang diluar negeri, Enropa, Amerika, Autralia banyk diminati oleh konsumen walaupun hrganya selangit, selain berkualitas dan total dalam membuat atau memproduksi juga menjadi sebuh kebnggaan, nilai pretise nya tinggi daripada memakai barang produksi lokal.

Mmih hanya mendengar cerita-cerita dari Kakak mungkin bukan menjadikkan sebuah data valid tetapi bisa diambil makna positifnya, contoh Korea mengapa K-Pop begitu menduni? dan disana merk yang di muliakan adalah merk-merk lokal. seperti mobil dan gadget, juga nasionlisme terhadap negaranya begitu tinggi itu yang mamih dengar. Ada hal yang menarik diatas ketika bangs lain begitu bangga akan negara dan bisa menembus pasar Eropa juga Amerika apalagi dalam bidang Fashion, Musik juga Hiburan salah satu konser K-Pop di Perancis juga menandingi jumlah penonton Piala Dunia yang diselenggarakan bersamaan, wow.

Mungkin nasionalisme dan cinta produksi lokal yang akan menjadi garapan besar pemerintah dan tentu saja harus harus harus didukung oleh masyarakat Indonesia.



Sekillas mengenai UKM ???

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang devisa dan menampung tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas,. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota. Di Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia.

Pemerintah bertekat meningkatkan jumlah entrepreneur seperti itu hingga pada kisaran 5% dari jumlah penduduk. Angka 5% jumlah entrepreneur merupakan jumlah standar untuk sebuah negara yang kuat secara ekonomi. Dengan kata lain, jumlah entrepreneur di Indonesia selayaknya mencapai sekitar 13 juta orang. Mereka bukan lagi self employed, tetapi bisnisnya sudah berjalan stabil dengan mempekerjakan orang lain dan telah memiliki tata kelola sistem manajemen yang baik.
Jadi, fokus pemerinah dalam pengembangan UMK adalah bagaimana agar para UMK dapat naik kelas menjadi entrepreneur skala menengah dalam arti bisnis mereka dapat bertumbuh menjadi usaha yang sehat, bisnisnya mantap, menghasilkan laba, bankable, dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja serta memiliki sikap mental untuk terus tumbuh menjadi pebisnis yang lebih baik.
SMESCO yang berletak di Jakarta merupakan sebuah wadah untuk UKM memasarkan produknya, bisa melalui online ataupun langsung mengunjungi SMESCO di Jakarta. Setelah pertama kali saya berkunjung kemarin memang langsung terpesona dengn berbagai produk yang ditawarkan disana, muli dari pakaian, tas, sepatu, ukiran, lukisan, aksesoris dan berbagai kuliner khas Indonesia yang memang menjadi sebuah kekuatan produk di Indonesia.
Kalau rendang saja banyak dikagumi oleh masyarakat asing tidak menutup kemungkinan produk lain juga akan sangat dicari dan diminati oleh pasar luar negeri. Daripa-daripada nih yah banyak bangsa lain yang membeli produk setengah jadi murah di Indonesia lalu dipasarkan ke Eropa atau luar negeri dengan harga yang berlipat ganda dan di beri cap asal negara mereka, waduh sangat memprihatinkan seakan bangsa Indonesia di bodoh-bodohi.

Memamng sulit untuk menembus pasar Eropa tetappi bukan berarti tidak bisa kan yah,  tahun lalu Kakak mamih ke Eropa untuk urusan pendidikan tetapi memang ia suka belanja dan membelikan oleh-oleh, mungkin ia ingat tas batik yang wkktu itu saya beli di Indonesia ada di Eropa sana, kebetulan Kakak mampir ke pameran di Belgia berbagai produk dunia di pasarkan salah satunya Indonesia, ia kaget harganya berkali lipat dan tentu sja sangat menguntungkan untuk UKM kan.

Mamih lantas coba ni, yah namanya mencoba berjalan menenteng tas batik di kawaasan Blok M juga Jl. Jaksa, yah kan disana banyak Bulenya, saya Cuma pengen tahu tas batik kece ini menjadi perhatian mereka atau tidak, hahahah.
Ternyata ada juga yang menanyakan tas beli dimana? Bisa beli onllie atau tidak dan harganya berapa? Serta lebih dalam lagi motif batiknya asl daerah mana? Apa saja daerah wisata tempat tersebut?? Waduhh panjang yah. Karena  Bahasa mamih terbatas mamih arahkan bule tersebut untuk mengunjungi SMESCO mungkin ada yang bisa menjelaskan lebih detail lagi disana, kalau untuk penjelasan singkat bisa dikit-dikit hahaha.

Nah ternyata memang produk Indonesia diminati apalagi unik, dan menarik coba hitung aja ada berapa motif batik di Indonesia?? Ada berapa daerah di Indonesia yang menciptaka motif batik ? selain tas bisa juga di lukiskan ke sepatu, atau akesoris sebagainya. Indonesia Kaya yapp memang, tapi perlu adanya ilmu agar lebih terampil, mulai dari komunikasi, strategi pemasaran, kemasan, proses produksi, dan berbagai ilmu yang bisa memikat pasar Eropa.
Halal juga merupakan keuntungan untuk produk yang berasal dari Indonesia yang memiliki nilai plus bagi pasar Eropa karena konsumen akan merasa aman, nyaman, dan yakin akan kebersihan juga produksi bila produk tersebut halal.
Kunci dan factor-faktor tersebut akan dibeberkan dan di bagikan oleh Mutigo Indonesia yang menyelenggarakan UKM Acceleration Day yang digelar seminggu lalu tepatnya, Rabu 26 Juli 2017. Untuk mamih yang baru merintis usaha hijab di AmabyMiramiut sangat beruntung bisa berkesempatan ikut dan menghadiri acara tersebut. Walaupun baru 2 minggu merintis dunia perdagangan mamih yakin aka nada kesempatan untuk bisa melebarkan sayap, hasik. Accara tersebut juga menjadikan sebuah pacuan semangat, tetapi bagi penggiat UKM acara ini akan membuka lebar kesempatan mereka untuk bisa langsung ke pasar Eropa.
Latar Belakang Mutigo Indonesia

Mutigo indonesia semula hanya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidangmanufacture leather goods and fashion, hingga trading. Mutigo mendirikan galeri-galeri pemasaran produk Indonesia di berbagai negara bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan memiliki banyak mitra di luar negeri. Hingga kini Mutigo memiliki jaringan bisnis diantaranya di Eropa, Asia, Timur Tengah, ASEAN dan menjadi konsultan business development bagi UKM yang berkantor resmi di Lokeren, Belgia.

Mengapa Mutigo begitu atusias membantu para UKM di Indonesia hingga mengadakan acara super seperti ini secara gratis, dan dapat diikuti seluruh UKM di Indonesia. Tentu saja didukung oleh Smesco yang ikut membantu mempromokan dan menjual produk-produk UKM di Galeri Indonesia.

Kiprahnya ini sampai membuat Mutigo dipercaya menjadi patner bisnis Wallonia Export and Investment Agency (AWEX) Belgia dan Atase Perdagangan Indonesia di Belanda. Karena kebutuhan pasar Eropa akan prodak Indonesia semakin tinggi maka founder Motigo, Fatmi Woro Dwi Martanti merangkul para UKM di Indonesia untuk go Europe.



Acara UKM Acceleration Day

Saat menghadiri ini pertama kali mamih melihat langsung berbagai jenis produk yang ditawarkan dan semuanya wow membuat mata bahagia. Jadi peserta yang didatangkan ada tim khusus yang memberikan penilaian atau kurasi terhadap produk yang sudah bisa dipasarkan di Eropa. Bagi produk yang belum masuk seleksi tetap akan diberikan pembinaan dan disesuaikan dengan standard an di pamerkan di Sarinah juga Grand Indonesia.

Tujuan utamanya adalah mengkurasi produk para UKM untuk menembus pasar Eropa, sebab pasar Eropa memiliki standart khusus, tidak hanya sekedar produk dilihat menarik atau bagus. Mutigo bekerjasama dengan ASEAN Wellcome Office memberikan kesempatan atau peluang UKM ke Eropa dengan fasilitas gratis selama 6 bulan- 1 tahun. Tentu hal ini dilihat proggres dari produk dan konsistansi UKM tersebut


Secara materi diungkapkan Woro bahwa UKM yang berniat untuk memperluas bisnisnya menembus jaringan pasar Eropa, selain harus konsisten dengan kwalitas dan kwantitas produk, juga harus memperbaiki mental mereka sebagai pengusaha UKM yang memikirkan jangka panjang.



Produk UKM yang menembus pasar Eropa adalah yang unik, memiliki ciri khas Indonesia, jika berupa kuliner harus memperhatikan kemasan, cantuman nutrisi lengkap dan label halal. Karena sekarang label halal diminati pasar Eropa bukan dari sisi agama saja, tetapi dari sisi halal itu sudah merupakan jaminan bersih, kandungan sehat. Bayangkan, nonmuslim saja mengakui produk halal itu bagus. Untuk fashion banyak diminati produk busana muslim yang memang di Eropa sangat jarang, muslim-muslim Eropa membutuhkan itu.

Dimaksud UKM harus memiliki mental jangka panjang adalah konsisten dalam mengeluarkan produk yang berkwalitas dan mampu menyediakan dalam jumlah banyak. Jangan hanya menyanggupi, tapi ketika diminta ternyata produk tidak memenuhi permintaan atau produk banyak tapi kwalitas menurun. Dua hal ini penting sekali menjadi perhatian UKM dan konsisten dalam menjalaninya.


Untuk menjalankan misi UKM Indonesia go Europe Mutigo bekerjasama dengan IMAS (Internasional Motivator Association Of Indonesia) selama dua bulan roadshow di 8 kota yakni Surabaya, Jakarta, Banjarmasin, Batam, Semarang, Makassar, Medan, dan Bali, dengan tujuan mengajak para UKM berkolaborasi memasarkan produknya di Uni Eropa yang terdiri dari 22 negara.

Di Jakarta Mutigo merangkul LLP KUKM - Smesco Indonesia yang sudah kita ketahui dari sekilas ulasan di atas adalah lembaga layanan promosi dan pemasaran produk unggulan UKM. UKM Acceleration Dayini tidak sekedar workshop dengan materi-materi secara teori, sharing para UKM yang sudah berhasil menembus pasar Eropa, tetapi juga kurasi langsung produk UKM yang akan lolos menembus pasar Eropa.



Para pembicara dan nara sumber yang ikut menyampaikan ilmunya ialah :


·       Bagus Rachman, Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP KUKM - SMESCO            Indonesia. 
Tema: Business Mapping program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk UKM

·        Fatmi Woro Dwi Martanti, Founder Mutigo Indonesia
Tema: Strategi melesatkan produk UKM di pasar Eropa.

·       Gus Reza, Presiden Internasional Motivation Assosiasion og Indonesia -         IMAS
Tema:  Mindset entrepreneur sukses di pasar global

·       Vidio conference with Greet De Cock: Chocolaterie Diane nv/Garys Choice - Belgium (pelaku usaha di Eropa)


Menurut CEO Mutigo Indonesia, Fatmi Woro, peluang pasar produk Indonesia sangat besar di Eropa.  Berdasarkan pengamatannya selama beberapa tahun di Eropa, Fatmi menyaksikan  betapa masyarakat Eropa masih menilai kualitas produk Indonesia  lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga.
“Produk Indonesia memang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Eropa. Hanya saja sifatnya masih hidden market. Mereka tidak mengetahui bagaimana mendapatkannya,” papar Fatmi. fatmi menekankan, saatnya produk Indonesia harus lebih berani tampil dan diperbanyak jumlahnya.
Diakui Fatmi, saat ini  pasar Eropa dibanjiri produk-produk setipe dengan Indonesia yang berasal dari negara tetangga. Bahkan secara gamblang dengan penamaan sama dengan produk Indonesia. Ya, dari segi historis, memang banyak kemiripan produk kita dengan negara ASEAN, secara masih serumpun.  Namun begitu, ada blessing-nya, produk kita jadi makin dikenal. Negara tetangga, menurut Fatmi Woro secara tidak langsung ikut memperkenalkan produk-produk Indonesia melalui jualan mereka.
  
Sepanjang acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari sebanyak 136 ikut dalam penilaian dan mamih juga melihat kesemua produk tersebut dan tentu saja menarik perhatian mamih seakan manggi untuk dibawa pulang. Dari seluruh peserta yang ikut serta dipilih menjadi 30 UKM yang dipersiapkan untuk bisa tembus kepasar Eropa dan mendapatkan kesempatan dalam waktu dekat ini untuk mengikuti pameran di Yunani.
Ditayangkan juga kisah sukses para penggiat UKM yang sudah tembus kepasar internasional, harus ada mental yang dipupuk dan sipersiapkan cari ide baru dan lebih kreatif serta total dalam mengolah produk, bisa juga memiliki kesempatan agar dapat melakukan kerja sama dengan perusahan internasional untuk mengembangkan produk lokal.
Semakin banyaknya UKM yang berhasil dipasar internasional juga membuka luas agar masyarakat Indonesia sendiri bangga menggunakan produk lokal yang memiliki kualitas internasional.
Semoga peluang dan berbagai dukungan juga memberikan dampak yang baik bagi penggiat UKM. Mamih juga memiliki mimpi yang pasti mulai dari sekarang sudah ada sebuah rencana, wah senang sekali bisa ikutan mengambil semua materi yang ada.





3 komentar:

  1. Salut buat para UKM yang terpilih produknya tembus pasaran Eropa, semoga jadi contoh buat UKM lainnya yaa..

    BalasHapus
  2. agar bisa bersaing secara global, bergantung bagaimana kita mampu mengemas produk dan pemasarannya ya.. sepatunya lucu-lucu. mupeeng

    BalasHapus
  3. eeeeh itu tas anaknya kok lucu2 amaaaat #salfok :D
    Sebenernya produk2 UKM Indonesia itu bagus2 kok, cuman mungkin pemasaran, promosi & penyerbarannya aja yg kurang, jadi masyarakat kurang kenal... Malah kadang lebih terkenal di luar negeri drpd didalam negeri, padahal sesuai pribahasa, tak kenal maka tak sayang #eeeaaa :D

    BalasHapus