Minggu, 28 Mei 2017

Hipertensi Renggut 10 Juta Jiwa Pertahun, Lakukan Pengukuran Tekanan Darah Rutin Mulai Sekarang




Ibu pertahun 2016 kemarin memasuki usia ke 60 tahun, Alhamdulillah beliau ditahun 2017 ini sehat dan masih segar menjalanin aktivitas. Hanya tinggal Ibu orang tua kandung yang saya miliki, dan mertua mamih juga tidak punya, artinya dalam lingkup kecil Babam hanya memiliki nenek satu-satunya, tetapi memang banyak juga koq kakek, nenek yang sayang sama Babam dalam lingkup bude, pakde mamih.



Karena hanya tinggal seorang tentu mamih dan juga kakak mamih sangat mengkhawatirkan kesehatan Ibu tercinta, walaupun setiap hari berselisih paham tapi kami semua memang sangat peduli dengan kesehatannya. Terlebih kakak yang bekerja dalam lingkarang kesehatan paling cerewet dalam masalah kesehatan.

Penyakit-penyakit rentan hadir dalam usia lanjut, seperti diabet, hipertensi, asam urat, kolesterol, dan nyeri sendi yang sering di keluhkan, tetapi sebenanrnya penyakit tersebut juga banyak yang menyerang usia produktif 25 smpai 50 tahun, bila tidak mempedulikan pola hidup sehat apalagi  kebiasaan merokok. Entahlah menyadari pola hidup sehat dan pentingnya menikmati hidup tanpa penyakit sulit ditularkan kepada orang banyak, seakan alasan, waktu, uang juga menjadi penghambat melakukan hidup yang sehat ditambah strees akibat rutinitas yang monoton.

Yak gak heran sih mamih sering menemukan perdebatan di jalan raya, entah mobil dengan motor, motor dengan motor, ataupun didalam kereta yang penuh sesak dan berdesakan masih aja sempat gitu untuk adu emosi dan argument dengan orang lain, padahalkan bertahan dengan wajah cerita saat didalam kereta jam sibuk itu perlu tenaga ekstra loh huhuhahaha.




Itu sih yang mamih sadarkan kemarin, banyak orang yang mudah terbawa emosi, dan mamih juga khawatir akan kesehatan papih yang masih memiliki kebiasaan merokok. Dalam penelitian 10 juta jiwa meniggal tiap tahunnya diseluruh dunia diakibatkan Hipertensi yang merupakan penyakit no 1 paling mematikan. Gejalannya memang semu dan tak mudah terlihat, untuk itu harus dilakukan tes pengukuran tekanan darah untuk mengetahui apakah masuk dalam resiko Hipertensi atau tidak.

Bila diketahui hasikan akan bisa ditanggulangi dan dicegah untuk melakukan pola hidup yang sehat dan bisa diobati sebelum terlambat.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.


Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi juga akan meningkat. Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi peningkatan risiko hipertensi.
§  Berusia di atas 65 tahun.
§  Mengonsumsi banyak garam.
§  Kelebihan berat badan.
§  Memiliki keluarga dengan hipertensi.
§  Kurang makan buah dan sayuran.
§  Jarang berolahraga.
§  Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
§  Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.


Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat.

Mengukur Tekanan Darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda, sehingga pengidap hipertensi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.




Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi) . Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.
Tekanan darah Anda 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti Anda memiliki tekanan sistolik 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Angka normal tekanan darah adalah yang berada di bawah 120/80 mmHG.
Anda akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah Anda tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi
Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui:

§  Mengonsumsi makanan sehat.
§  Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
§  Berhenti merokok.
§  Berolahraga secara teratur.
§  Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
§  Mengurangi konsumsi minuman keras.




Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatan. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.

Jika sudah paham akan bahaya juga penangannannya tentu saja gak mau kan orang terdekt dan tersayang mengidap penyakit hipertensi tanpa kita sadari. Nah beruntung juga mamih mengenal Omron sejak tahun 2010, mamih juga sekarang sudah memiliki alat pengukuran tensi darah digital, yang memang berbeda dengan yang analog atau manual, tensi digital ini selai akuran juga memiliki angka bukan kelipatan lima seperti alat tensi darah yang manual jadi bisa mengetahui hasil dan mencatatnya langsung.
Gaya hidup kaum milenial berubah dengan cepat, termasuk pola makan. Padahal kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan masyarakat memiliki resiko mengidap hipertensi lebih besar, bahkan sejak usia muda.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial, belum menyadari bahaya hipertensi. Sangatlah penting untuk selalu memeriksa tekanan darah secara rutin paling tidak dua kali seminggu sejak usia muda. Saat ini masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah digital modern. Memeriksa tekanan darah secara rutin dapat membantu memberikan data historis tekanan darah secara lebih lengkap agar dokter dapat melakukan diagnosis dan tindakan yang lebih tepat,” tambah Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.


Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Ketua Umum Indonesian Society of Hypertension, berkata, “Setiap tahun 10 juta orang di seluruh dunia meninggal karena hipertensi sehingga menjadikan hipertensi sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Pengidap hipertensi akan mengalami stroke, serangan jantung atau meninggal karena komplikasi kardiovaskular lainnya. Ironisnya adalah, hanya setengah dari pengidap hipertensi yang meninggal tersebut, menyadari bahwa mereka memang mengidap penyakit hipertensi ini. Artinya separuhnya lagi meninggal tanpa tahu bahwa mereka sebenarnya mengidap hipertensi. Kami yakin bahwa hal ini juga terjadi di Indonesia.”

Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Manager, PT Omron Healthcare Indonesia, berkata, “Hipertensi merupakan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu masyarakat, termasuk generasi milenial, perlu menyadari akan bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, antara lain melakukan pemeriksaan tekanan darah sendiri secara rutin di rumah. Terkait dengan kesehatan masyarakat, kami memiliki cita-cita yaitu Project Zero, yang artinya tak ada lagi insiden serangan jantung dan stroke. Sehingga akan terbentuk Generasi Zero, generasi yang peduli dengan kesehatannya, hidup lebih sehat dan berumur lebih panjang. Omron mengajak masyarakat bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri di rumah masing-masing dengan menggunakan teknologi pengukuran tekanan darah yang akurat. Teknologi akan mempermudah generasi milenial untuk mengontrol kesehatan mereka secara lebih baik, termasuk memeriksa tekanan darah secara rutin di rumah.”

Sebagai salah satu upaya mengatasi tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia PT Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mendorong kaum muda agar lebih meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit hipertensi. Inisiatif ini tercermin dalam partisipasi PT Omron Healthcare Indonesia dalam program mengukur tekanan darah jutaan orang di dunia selama program “May Measurement Month 2017” bersama dengan Indonesian Society of Hypertension and International Society of Hypertension. Hal ini sekaligus merupakan upaya mewujudkan cita-cita Omron untuk menghapus penyakit stroke dan serangan jantung dari muka bumi lewat Project Zero.



Dalam rangka memperingati “May Measurement Month”, PT Omron Healthcare Indonesia belum lama ini meluncurkan alat pengukur tekanan
darah digital HEM-7280T yang memungkinkan pengguna memonitor data tekanan darah mereka melalui aplikasi Omron Connect dengan cara melakukan sinkronisasi nirkabel dengan ponsel. 


Aplikasi Omron Connect tersedia pada www.omronconnect.com/setup dan dapat di-install pada ponsel berbasis Android maupun iPhone berbasis iOS. Hal ini memudahkan pengguna mengumpulkan data tekanan darah mereka serta membantu dokter mengevaluasi data tekanan darah tersebut. Inovasi Omron Connect merupakan bagian dari strategi bisnis Omron dalam mengembangkan produk berteknologi tinggi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah.



Selain itu, PT Omron Healthcare Indonesia menyumbangkan 500 alat pengukur tekanan darah digital sebagai bagian dari partisipasinya dalam program program “May Measurement Month 2017” bersama-sama dengan Indonesian Society of Hypertension and International Society of Hypertension.

Sangat senang sekali bisa mengetahui kepedulian kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Hipertensi ini, jadi Mamih dan keluarga juga sudah angsung bisa mencoba dirumah. Ada sekitar 10 orang dirumah yang langsung mencoba, lagi rame memang karena juga mendekati bulan Ramadhan jadi banyak yang berkumpul dirumah.


Menggunakan alatnya juga sangat mudah, Babam pun bisa loh hahahha, hanya tinggal sambungkan perangkat digital dengan kaitan yang ditaruh dilengan, lalu tinggal tekan tombol start, nah harus diperhatikan juga selama pemakaian, dilarang untuk bicara ataupun banyak bergerak, karena akan mengganggu fungsi alat dalam penentuan hasil tekanan darah, selain itu dianjnurkan sebbelum makan pagi dan sore hari bisa dilakukan secara rutin, bbila sudah terlanjur makan usahakan agar dijeda waktu selama 1 jam.





Ekh ternyata beberapa saudara ada yang juga memiliki alat pengukuran daran dari Omron, wah ternyata sudah semakin banyak yang peduli nih akan kesehatan. Semoga ibadah di bulan Ramadhan bisa semamkin lancer dan terhindar dari berbagai penyakit.



Sumber : alodoktor.com

6 komentar:

  1. Wah harus rutin nih cek tekanan darah ibu ya mamih, krn ibu sudah sepuh ya ternyata. Sehat terus ya ibu (salam tuk ibu ya mamih mirut)

    BalasHapus
  2. Hipertensi bahaya banget lho,,pasien HD seruangan bokap udah ada beberapa yang meninggal gegara hipertensi plus pembuluh darahnya pecah.

    BalasHapus
  3. Kami beberapa kali beli untuk Almh Abah dan juga di rumah. Sayang bukan Omron. Kalau alat ukur yang satu ini katanya ada garansinya.

    BalasHapus
  4. ibu saya jg meninggal karena hipertensi hiks

    BalasHapus
  5. Gak heran dengan angkat ini. Soalnya, di sekitar saya juga banyak yang hipertensi. Termasuk alm. bapak saya yang meninggal karena komplikasi hipertensi dan Diabetes. Kudu bisa mencegah nih. Sebelom kena. Makasih sudah diingatkan. :)

    BalasHapus
  6. Kayaknya aku cenderung bisa kena hipertensi nih karena suka makan yang asin-asin. Ternyata ada alat ukur darah dari Omron ya. Harus sering2 cek darah.

    BalasHapus