Jumat, 19 Mei 2017

Cara Semangat Mengembangkan Kemampuan Sosial Anak dan Jadikannya Generasi Maju




Bimmsalabin Abrakadabra, itu kata yang ada dalam dunia sulap yang mengassah sebuah ketrampilan dalam kecepatan bertindak, hahaha kalua nonton sulap memang sih selalu ternganga karena penonton juga tidak tahu triknya. Nah kalau ketahuan udh ekslusif dan menarik lagi donk, mamih juga gak tahu dari mana itu kata-katanya bisa muncul, apalagi dirumah Babam suka banget bilang “ Arbabaka” maksudnya abrakadara, kalau misal nih dia mau ke “Amomo” atau animal yang dimaksud kebun binatang, nah kalau dijawab oke kita bisa lihat animal tapi kalau Papih libur, atau kalau ada rejeki.



 Kann kann keinginannya gak dituruti saat itu juga, ndelalah Babam langsung bilang “Arbabaka” sambal memanjangkan tangannya itu dan yap dia girang bilang kalau lihat animal dengan gaya imajinasinya sendiri. Dikira kalau udah bilang arbabaka itu semua bisa muncul seketika, weerrrr.




Pada saat mamih lagi ngetik ini juga Babam ada disamping sesekali, mainin, mata, mulut, idung mamih dipenyok-penyokin kesegala arahh duhhh. Tapi harus tetep fokus nihh biar gak melebar kemana-mana kaya badan paus. Karena tipikal anak baru satu, dilingkungan orang dewasa Babam mudah banget mendapatkan apa yang diinginkan, nah kalau ama mamih papihnya mahh belom tentu. Semuanya memanjakan dan menyayangi dia , ketika berada di lingkungan yang seusianya cenderung memiliki kekeuh yang berlebih dan sukanya malah kumpul sama yang lebih besar biar di emong gitu.



Mengasah kemampuan sosial Babam itu gimana yahh mamih juga gak paham-paham udah learning by doing juga masih belum berhasil, dibawa ke minimarket deket rumah aja ibarat outbond, karena dibeberapa rumah tetangga itu ada selokan yang berjaring-jaring dia harus lewatin sambil pura-pura takut kaya yang dibawahnya jurang, abis lewat situ, lewat ranting pohon yang bercabang, mau dilompatin, belom lagi polisi tidur yang warna kuning sama item harus dia urutin sambal ucapin warnanya, ditambah batu-batu dijalan yang dikumpulin sambil dihitung itu padahal jarak ga nyampe 100 m udah lama banget jalannya. Kecuali di gendong sih kelar dahh, sampai mini market juga gak minta macem-macem tetapi ada bagian produk yang penemptannya gak sesuai menurut dia di bolak-balik diputerin hahahaha.





Kalau main dilapangan terkadang memaksakan anak lain untuk main yang dia suruh atau mau, terus sambal bawa poo (boneka teletubies itu) di sodorin ke anak kecil cowo seusianya yang ada anak-anak pada kabur, dikejar ekhh nangis kan. Mamih sih ngerti maksudnya Babam mau ajak main teman-temannya tapi kan tapi Bam. Nafasss dulu sambil ingat-ingat kalau bawa babam main hahahahaha.





Baca sana sini, konsul sana sini memang lebih berat dan jauh lebih sulit kalau diprakatekan dan dirasakan sendiri, belajar membawa Babam dalam kondisi bermacam-macam kaya harus antri, di kendaraan umum, transjakarta, kereta, restoran, tempat bermain hasilnya selalu heboh. Pernah bawa babam nonton pertunnjukan di tempat permainan anak ternama di Jakarta hasilnya dramanya jadi ada beberapa adegan diluar skrip gegara Babam melempar Poo keatas panggung, dibawa naik kereta juga segerbong heboh, naik bus juga turun di tempat sebelum kita sampai tujuan, dan ada yang keluar bareng, “ duhh si ade kenapa???, yang anteng donk kasian mamanya,” masih bergejolak tuh Cuma bisa senyumin aja boro-boro mau nanggepin urusin Babam saat itu aja mamih belom ecus.




Akhirnya sekarang nyoba naik mobil online, selalu tuh abangnya berkomentar, yang lainnya sih lupa tapi yang mamih ingat sih, “bu coba ruqyah aja” yowis Cuma iyah iyah doank.




Dahhh akh lanjut kebetulan nih untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, mamih juga sedang menjalani terapi Babam di bandung dan kebetulan ada acara yang temanya bagus, yaitu mengembangankan kemampuan sosialisasi anak dan tempatnya gak begitu jauh, jadi mamih bisa cuss sebentar, sementara Babam terapi dan ditungguin sama Papih di RS.




Dari RS ke hotel Haris tempat acaranya mamih mengndalkan tranportassi online yang cepet banget nyampenya dan pas sampe acaranya baru aja dimulai dengan ramah tamah dan pembuka dari MC, jadi ya mamih beum ketinggalan banget kan acaranya. Kesempatan baik ini tentunya mamih manfaatkan donk apalagi bisa bertemu dengan Mombassador asal Bandung yang terkenal riuh ramahnya apalagi kalau bawain makanan pas lagi acara wuihh enndesss semua, dan mamih juga senang bisa berkenalan dengan blogger Bandung yang biasanya Cuma ngelike di dunia maya aja.

Tempat acaranya begitu luas dan banyak sekali anak-anak kecil, antusiame para Bunda Bandung juga rame ternyata, di dalam ruang seminar ada playground serta area mewarnai, seru banget dan banyak suara anak kecil saling saut menyaut, riwehh gak?? Pasti lahh tapi semangat dari nara sumber Ibu Anna Surti selalu membawa udara segar dan suara lantan nan santun itu membbuat para bunda selalu konsentrasi menyerap isi materi. Semua yang ketemu mamih pada Tanya, Mana babam?? Babam kemana?? Babam ikut gak???

Duhh gak ada gitu yang nyeletuk ya ampuunn aslinya bunda Babam itu ternyata??? Hahahha Ngarepp..

Lanjut ke isi materi seminar aja yahh daripada galau merana Babam lebih heits..




Rangkaian acara ini akan digelar dibeberapa Kota setelah sebelumnya di Padang di awal mei ini hadir di Bandung dan next juga ada bocoran akan hadir di Jakarta loh. Untuk tema kali ini memang sangat cocok buat keluh kesah yang mamih hadapi, tapi passti juga banyak bunda yang mengalaminya. SGM Eksplor Dukung Orangtu Kembangkan Keterampilan Sosial “Anak Generasi Maju.




Memang pendidikan dari keluarga merupaka lingkungn pertama dan utama yang berpengaruh terhadap perkembangan si kecil, dimana orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak, termasuk salah satunya mengembangkan ketrampilan social, kreatifitas dan kemandiriannya. Penting bagi setiap orangtua, dalam hal ini mamih dan papih mengetahui tentang penerapan pola asuh dan pemenuhan nutrisi yang tepat, agar si kecil memiliki kemampuan social, kreatiitas dan kemandirian yang baik untuk mewujudkan generasi maju.

Generasi yang tangguh, peduli dan memiliki kreatifitas serta kemandiirian yang diharapkan mampu bersaing di era globalisasi dan memiliki motivasi serta semangat untuk berkarya.

Parenting seminar ini bertujuan untuk mendukung orangtua memiliki kemampuan pola asuh dan pemenuhn nutrisi  yang tepat untuk mendampingi si kecil tumbuh menjadi Anak Generasi Maju yang mampu bersosialisai dan menunjukan sikap supel, kreatif, dan mandiri. Nah kalau menoleh karakter Babam memang supel, kreatif, juga mandiri tetapi untuk kecerdasan sosialnya memang masih mengalami sebuah gangguan yang diakibatkan dari gangguan Bahasa ekspresi yang di miliki oleh Babam. Untuk mamih dan papih juga merupakan PR yang menggular nih, babam masih harus bisa mengendalikan Clumsy, melatih regulasi diri, juga mampu berkompromi dengan lingkungan atau keadaan yang membuatnya tidak nyaman.


Ibu Anna Surti yang merupakan Nara sumber menegskan, anak merupakan peniru. Setiap orang tua tenu saja mengharapkan si kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal sesuai tahapan usianya. DI usia 1-3 tahun, anak mulai mengamti perilaku orangtua dan orang disekitarnya, lalu mencoba menirukannya. Pada tahapan usia ini lah orang tua harus selalu mendampingi sikecil denagn melakukan berbagai aktivitas dan menerapkan pola asuh yang tepat karena dapat berpengaruh pada perkembangan, kemampuan emosional dan kognitif sikecil.

Okelah untuk kognitifnya sendiri Mamih si tidak terlalu mengkhawatirkan perkembangan Babam karena dia bisa mengikuti tahapan usianya untuk area kognitif, psikomotor, namun untuk behavior masih harus diasah lalu karena memang memiliki gangguan sosialisasi dan belum bisa berkomunikasi dengan baik.

Lebih lanjut lagi dijelaskan oleh Ibu Anna, “ keterampilan social sangat penting dimiliki oleh nak-anak Indonesia. Dengan memiliki kemampuan social yang baik, diharapkan anak-anak Indonesia mampu untuk saling bekerjasama dengan orang lain dimsa tumbuh kembangnya dan memiliki rassa percaya diri, kreatif dan mandiri serta nantinya juga dapat memberdayakan orang di sekitarnya untuk bisa maju bersama dan menjadi generasi maju’.

Untuk bisa bersosialisasi dengan baik, sebaiknya menekankan dan memperhatikan agar dipenuhi oleh si kecil, antara lain :

1.   Tubuhnya harus sehat dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik
2.  Si kecil perlu mengembangkan kecerdasan dan krativitasnya dengan baik
3.  Sikecil memiliki perkembangan emosi dengan baik dan ia mampu mandiri
Dengan demikian orang tua memegang peranan vital dalan mengembangkan ketrampilan social si kecil sejak dini melalui ketrampilan pola asuh yang tepat, agar si kecil dapat tumbuh menjadi generasi maju dan berkualitas.

Kemampuan bersosialisasi berhubungan dengan rasa percaya diri si kecil. Mereka yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung lebih mudah masuk dan diterima dilingkungannya sehingga mereka cenderung memiliki lebih banyak teman. Dengan banyaknya teman, mereka memiliki banyak kesempatan untuk bersenang-senang dan bermain. Namun tidak semua anak mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, adalah tugas ayah bunda untuk mengenalkan dan mengajarkan si kecil agar belajar mendapatkan kepercayaan dirinya.

Seiring dengan bertambahnya usia, si kecil akan belajar tentang konsep diri dan lingkungannya. Diatas usia dua tahun dia akan mulai belajar berempati. Dia mulai dapat merespon perasaan orang lain yang sedih dengan ikut merasa sedih sehingga mendorong dia menjadi perhatian, murah hati dan tidak egois.

Babam mulai menampakkan hasil ketika ia mulai mampu berbicara, bisa mengungkapkan sesuatu yang dirasakan, dan mengerti perintah pendek, pujian, larangan bisa juga dapat melatih saat diajak untuk berkompromi dan bekerja sama. Ketika nanti Babam sudah mulai bisa komunikasi dua arah lebih banyak rangkaian kalimat ia akan lebih tenang, dan mampu untuk bisa menahan sifat kekeuhnya.

Tips lainnya juga yang bisa saya ajarkan ke Babam dan masih dalam tahap learning by doing adalah sebagai berikut :

1. Sesering mungkin, libatkan si buah hati dalam aktivitas bersama baik dengan teman sebayanya. Bunda dapat mengajak teman-teman si kecil untuk bermain bersama dirumah. Ayah bunda dapat juga melibatkan si kecil pada saat ada acara keluarga besar agar dia berinteraksi dengan yang lain.

2. Doronglah rasa cinta pada orang lain dengan cara minta dia mencium atau memeluk ayah bunda setiap ketemu. Bunda dapat mengenalkan konsep sayang dan cinta melalui boneka atau binatang peliharaan di rumah.

3. Ajak si kecil ke tempat-tempat umum seperti supermarket atau kafe, beritahu dan jelaskan kenapa kita harus antri bayar dikasir, tidak boleh mendahului antrian, atau mengucapkan terimakasih kepada kasir yang telah melayani.

4. Ketika sudah mulai faham, berikan pujian kepada si kecil jika dia mau berbagi. Pada awalnya mungkin si kecil mau berbagi karena ingin mendapatkan pujian dari ayah bunda dan bukan berdasarkan keadilan. Perkenalkan konsep keadilan misal dengan cara bergantian mainan favorit dengan teman atau saudaranya.

5. Ajari si kecil untuk berkata tolong setiap kali minta bantuan pada ayah bunda. Berikan pujian dan pelukan jika dia elakukan dengan benar.

Yap kelima hal diatas memang rutin saya jalani, mengajak Babam antri, mengajak Babam tampil di depan umum, menyapa tetangga, bermain di lapangan dengan teman sebaya, mengajarkan kesantunan melalui Bahasa juga sikap yang berulang-ulang mamih lakukan.

 Tapi yang perlu diingat bahwa untuk mencetak anak dengan kemampuan social yang baik bukan seperti adegan sulap atau imajinasi saja , tapi langsung dipraktekan hari demi hari, berbulan-bulan bertahun-tahun bahkan ketika anak dewasa kita sebagai orang tua juga harus menyiapkan bagaimana ketrampilan pola asuh untuk anak-anak di era maju.

Mungkin ia pintar, mungkin anak-anak bisa berprestasi, mungkin anak-anak di karuniai dengan fisik yang baik, mungkin anak-anak kita lebih unggul tetapi memberikan bekal karakter peduli dan mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan luas , watak yang santun, jujur dan berahlak baik itu tidak mudah.

Menikmati menjadi orang tua memang menyenangkan, ada kalanya anak-anak akan memberikan kejutan istimewa dimana peristiwa yang tidak baik atau kurangnya kesabaran dalam mengasuh akan terlupakan.

2 jam sudah saya tidak menemani Babam di rumah sakit, sat ada telpon memanggil saya sudah berada di ojek untuk bertemu dengan Babam dan Papih kembali. Selalu setiap sesi terapi ada konsultasi dan pe-er yang harus mamih wujudkan bersama babam. Semoga hari-hari yang kami jalani semakin menyenangkan dan selalu membuat hidup ini lebih berwarna, yayayya Babam memang lagi suka campur-campur warna hahahaha.

Di tunggu untuk rangkaian acara di Jakarta
Like juga FB Aku Anak SGM







9 komentar:

  1. Babam itu mau masak sayur kangkung ya bareng mamih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau kasih makan embeee 😂😂😂

      Hapus
    2. Mau kasih makan embeee 😂😂😂

      Hapus
    3. Mendidik anak tantangan di setiap tahapan usianya, itu yang saya rasakan sekarang. Semoga bisa menjadi ibu yang baik

      Hapus
  2. Yup mbak, setuju bange, anakku sekarang lebih seneng main di luar daripada gadgetan :)

    BalasHapus
  3. Selalu suka deh lihat foto Babam. Ekspresif dan gemesin gayanya. ^_^

    BalasHapus
  4. Kita ga ketemu ya mbak, padahal saya ikutan juga acara ini.
    Keterampilan sosial emang bener-bener jadi bekal anak ya mbak, biar anak juga percaya diri.

    BalasHapus
  5. babam ganteng, sehat dan pintar ya dek

    BalasHapus
  6. Babam-nya imut ngegemesin, seimut saya waktu kecil.. hehehehe *PD*

    BalasHapus