Rabu, 07 Desember 2016

Temukan Rahasia Potensi Menduniakan Madura : Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa



 Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa




Hening kemudian menjadi sebuah rasa penasaran yang tinggi, lantas saya langsung mengganti nada dering agar bisa mengenali suara pemberitahuan email dari manalagi kalau bukan Mas Wahyu Alam dari Blogger Plat-M. Disusul dengan pemeberitahuan selanjutnya setelah tenang dan saya benar terkonfimasi ikut jejalan bareng ke Madura rasanya wahhh wahh wahh WOW senang bukan main. Apalagi yang ikut Blogger Heitz yang saya ikutin artikel pelesirannya, dan untuk Blogger baru banget kaya saya hmm, acara Menduniakan Madura ini jadi istimewa dan baru pertma kali saya mengikuti perjalanan jauh sejak menjadi blogger.

Hasikk senangnya bukan main juga setelah drama panjang di kasih resttu dan izin suami untuk angkat ransl dan pergi selama hamper satu minggu. Untuk kegiatan selama di Madura memang tidak cukup satu postingan saja jadi saya membuat beberapa episode yah gak panjang sih apalagi mengikuti epispde “Marimar”. Persis seperti yang saya bayangkan sehari sebelum jalan pemberitahuan WA sudah membengkak kaya tagihan PLN kalau gak dibayar-bayar. Saya memesan tiket dari Jakarta umtuk melejit ke Surabaya dengan menggunakan kereta hari senin malam, dan pulang hari sabtu pagi hari. Setelah tiket di pegang lanjut saya mempersiapkan barang bawaan yang cukup 1 ransel kecil untuk pernak Pernik kamera dan handphone, serta satu tas selempang untuk baju dan perlengkapan lainnya. Berangkat seorang diri dari gambir lanjut bobo cantik di dalam kereta sampai tiba di Surabaya jam 06.30 pagi.

SURABAYA

Sampai Surabya kepala saya agak pusing, salah memang sebelum masuk kedalam kereta saya ngopi dulu di stasiun alhasil nih gak gantuk sampai jam 3 dan baru tidur sekitar jam 4 pagi. Ternyata rombongn di Paras Turi sudah sampai juga sekita pukul 3.40 dini hari. Bunyi tuing-tuing di WA menunjukkan kalau tim dari Plat-M sudah menunggu saya dah yap yap yap dengan menggunakan Odheng dengan gagahan mas Ali menyapa, (ekh gagah gak yah) hahaha. Saya juga sudah ditunggu oleh mas Fajrin, mas Salman juga mba Aprie (Aw-Ka-Prie). Jadi kita dengan mobil diangkut menuju Kantor BPWS yang terletak tidak jauh dari jembatan SuraMadu. BPWS ini yang mendukung penuh serangkaian acara Jejak BPWS untuk Menduniakan Madura bersama Blogger Plat-M dan tentunya tamu dari Blogger Seluruh Indonesia yang menjadi peserta. Sesampainya di kantor BPWS kami disuguhi sarapan dan beberapa kaos yang akan peserta pakai saat berkunjung ke beberapa titik destinasi wisata di Madura, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep  wilayah Kabupaten Sampang yang dengan berat hati saya infokan disini Kabupaten Sampang merupakan Kabupaten termiskin di Madura. Kabar baiknya Kabupateng Sampang menyimpang rahasia yang akan terkuat dengan kami peserta untuk mengunjungi wilayah asri Madura dan membuat Madura semakin dikenla mendunia dengan destinasi wisata yang menarik sehingga mampu membuat perekonomiannya meningkat.




Pembentukan BPWS atau Badan Pengembangan Wilayah Suramadu yang terbentuk tahun 2008 dengan upaya “mempercepat” pengembangan Wilayan Suramadu. Melalui upaya tersebut diharapkan ketidakseimbangan antara wilayah Surabaya dan Madura dapat diatsi dan pengembangan potensi unggulan Madura dapat tumbuh berkembang lebih maksimal sehingga perkembangan ekonomi di Pulau Madura bisa lebih meningkat cepat.

Saya juga diajak melewati jembatan Suramadu dans aya ingat ini adalah kali kedua saya melintasi Jembatan Suramasu, waktu itu saya ingat membeli oleh-oleh di sekitar wilayah jembatan, dan kabar baik lagi di area Jembata Suramadu akan dibangun rest area yang tentunya akan memberikan dmpak baik bagi para pedagang di sekitar jembatan Suramadu
.
Destinasi pertama setelah melewati dan mengunjungi wilayah yang akan dibangun dan ditingkatkan oleh BPWS tempat wisata yang kami kunjungi adalah Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa yang berada di Kabupaten Sampang. Para peserta menggunakan bus besar untuk menuju ke Pantai dan Hutan Kera Nepa sekaligus beristirahat di Homestay yang terletak dekat sekali dengan Pantai. Selama berjalanan juga kami dikawal oleh kepolisian dan dalam perjalanan kta juga membuat “ Manequin Chalenge” dengan Bapak Polisi. Tentunya ini menjadi perjalanan saya terlama dan pertama kali semenjak hitungan bulan menjadi blogger dan menjadi istewa seluruh Blogger Indonesia diajak berkeliling 4 Kabupaten mengitari Pulau Madura dari Utara hingga Selatan. Sesampainya di Pantai Nepa benar saja saat jejak memasuki Homestay sudah disambut dengan pasir yang memenuhi halaman rumah juga hanya beberapa langkah hembusan angin sudah terasa dan , “wow tatapan mata langsung kepantai bro”.

Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa



Setelah leyeh-leyeh dan meletakkan tas, saya dan teman-teman bergegas untuk langsung menikmati air dan pasir yang diaduk dan disantap, hahay. Bukan disantap dengan lidah tapi dengan telapak kaki dan kecipak-kecipik menikmati air di pantai santai dihujani ombak yang lembut. Tapi memang hari ini saya gak menyantap langsung itu pasirnya, ternyata besok ada permainan dimana pasir itu main ke lidah saya. Lanjut menikmati angina, saya mnyisir pantai dengan sesekali bertelanjang kaki agar bena-benar merasakan tektur pasir dan memijit telapak kaki menghilangkan lelah perjalanan kemarin. Pasir nya masih bersih yang berada disekitar air, walau belum tertata dengan maksimal Pantai Nepa sangat patut dijadikan potensi yang mengundang para pelancong untuk berwisata dan menikmati kedamaian dengan suasana yang masih sepi dan sanyup.

Dengan adanya potensi unggulan yang mampu dikembangkan, semoga Pantai nepa bisa dirasakan keindahannya oleh banyak orang yang juga wajib merawat keindahannya, dengan tidak membuang sampah sembanrangan juga merawat fasilitas yang akan dilengkap nantinya. Tentunya dengan destinasi alam yang indah Pantai nepa akan lebih lengkap bila di rawat dengan pra sarana sebagai tujuan wisata yang tidak merusak alam aslinya memang sudah indah terlihat disana.

Yakin kalau berjalan-jalan sendiri disini akan “Baper” uhuk apalagi memikirikan seseorang disana, hahaha, kalau saya langsung teringat dengan anak saya babam, dan yakin sekali kalau Babam diajak bermain pasir juga air di Pantai nepa akan betah dan menambah eksplorasinya juga untuk membantu sensorinya agar semakin kuat juga matang di sela tumbuh kembangnya.




Selanjutnya saya mengunjungi Hutan Kera nepa yang masih asli sekali, walu memang belum matang dalam pembangunan prasarana, tetapi melihat kera yang bercengkrama membuat pengalaman menjadi berbeda, apalagi saya melihat ada kera yang menggendeong anak, semakin jelas ke”baperan” saya untuk mengajak keluarga ke Hutan Kera Nepat yang sangat berdekatan dan menyatu dengan Pantai Nepa. Sungguh beruntung para peserta kali ini, karena saat berkunjung banyak kera yang lalu lalang dan melintas di dalam hutan, jika hari biasa akan sulit melihat kera sebannyak itu. Karena kera di Hutan Nepa itu  akan hadir kalau dipanggil oleh juru kunci dengan mantra tertentu.


Agak lama saya berjalan di dalam Hutan nepa yang kalau sendirin saya tidak akan berani, teman-teman semua gak lupa langsung jerat-jepret memainkan kameranya untuk mengabadikan pengalaman yang buat saya sangat istimewa dan belum pernah saya meilihat kera sebanyak dan sedekat itu sebelumnya dimanapun, baru pertama kali hanya di Hutan Kera Nepa.




Dengan potensi pantai indah, dan hutan yang masih asri Kabupaten Sampang memiliki rahasi yang tersembunyi dan tentu saja harus menjadi berita baik sebagai tempat wisata potensial yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sampang. Rasanya saya ingin berlama-lama merasakan pasir juga gemericik ombak lembut yang membahasi pasir juga telapak kaki saya. Waktu yang menunjukan hampi ppukul 5.30 saya kembali ke Homestay untuk antri mandi, beres-beres isi tas juga makan malam. Acara malam pun dilanjutkan dengan sarahsehan bersama Kepala Desa setempat, Bappeda Sampang, dan perwakilan dari BPWS.

Keesokkan harinya, hari kedua Rabu 23 November kami menikmati sunrise, juga beberapa kali olahraga voli ringan juga permaianan estafet karet. Entah dari mana ide kreatif itu muncul, yang jelas panitia dari Blogger Plat-M berhasil membuat saya makan pasir saat mengambil karet ditumpukan pasir dengan sedotan, yahh hasilnya tim kami kalahyang didukung dengan wanita cantik lemah lembut, mba wulan, mba rian, juga mba moly.


Perjalanan kami para peserta masih panjang, dan selalu aktif untuk bermedsos ria dengan live tweet juga posting foto kece di Instagram. Maasih berlanjut ke Pulai Giliyang dengan oksigen terbesar ke 2 di dunia, masih mengunjungi dan melihat produksi batk di pamekasan, ke bandara Trunojoyo, air terjun toroan, TPI Pasosongan, Budidaya rumput laut, menyusuri lokasi unik di Kabupaten Pamekasan, dan Sumenep yang akan saya lanjuutkan di postingan berikutnya.

Untuk menduniakan Madura tentu saja harus didukung banyak pihak serta temen-teman yang ingin memajukan Madura dan wisata di Indonesia. Kabar baik yang disusun oleh teman-teman blogger Plat-M juga Blogger dari seluruh Indonesia diharapkan menjadi jalan agar potensi wisata di Madura bisa tersebar ke khalayak ramai dan bersama merawat juga mendukung pariwisata di Indonesia yang indah dan mendunia.




Next saya juga akan mengajak Babam ikut serta untuk Menduniakan Madura.









1 komentar:

  1. Bawa aku kesini kaaak.. bawa lah dakuuuuuuuuuuuuuuu

    BalasHapus