Kamis, 24 November 2016

Drama Musikal Khatulistiwa Melahirkan Pahlawan Baru

Drama Musikal Khatulistiwa Melahirkan Pahlawan Baru


Ketika melihat suasana museum proklamasi saya mengingat beberapa titik kilas balik pelajaran sekolah SD. Saya bersyukur ketika menjadi Guru saya masih bisa merasakan Upacara kenaikan atau penurunan bendera. Saat ada petugas dati kalangan guru saya juga ingin sekali menjadi pembaca UUD 1945. Momen yang selalu saya tunggu selain penaikan bendera merah putih yaitu saat mengheningkan cipta. Menundukkan kepala sejenak memang tiap lantas membuat saya mengingat tetes keringat para pejuang terdahulu. Pada saat di bangku sekolah saya pun hanya hafal peristiwa dan nama pahlawan sepintas dan hanya untuk menjawab pada waktu ujian belum dan belum ada yang membuat saya bedegap. Saat upacara bendera itu membuat saya bahagia, bahagia bisa mengikuti serangkaian perjuangan bangsa Indonesia. 

Ketika ada wara-wiri akan diadakan drama musikal Khatulistiwa saya begitu senang dan pada saat ditampilkan begitu cocok dengan yang terjadi di Jakarta. Isu miring mengenai perpecahan begitu cepat menjadi bumerang para netizen juga  omongan negatif yang timbul dan saya harap segera tenggelam. 

Mendapatkan undangan dan tiket untuk langsung menyaksikan pertunjukan pertama kali salah satu bentuk kebanggaan saya dan bisa langsung memberikan apresiasi kepada para pemain juga tim produksi yang bekerja penuh totalitas dalam berkarya. Tema yang diangkat merupakan titik balik sebuah cerita nyata perjuangan para pahlawan. Saya beberapa kali menonton drama musikal mulai dari Sound of Music, Lutung Kasarung, Bawang Merah Bawang Putih hingga Sang Pek Eng Tay. Hasilnya spesial dan selalu memiliki kesan yang sangat berbeda. 

Dengan menyaksikan Drama Musikal Khatulistiwa dengan tema Perjuangan Pahlawan membuat saya kembali tertunduk mengingat kala mengheningkan cipta. Saat tiba saya dan teman blogger telah disambut karpet merah melintasi lorong dipenuhi dengan kata semangat dan juang yang memotivaisi. Menarik kembali di renungkan kata-kata motivasi dan kutipan semangat tersebut di latar belakangi gambar anak-anak yang memakai baju profesi atau impian lugu dari seorang anak. Tak saya sangka cerita didalaminya juga dipenuhi senyum manis dan riang dari anak-anak. Setelah disisipi berbagai gambar dan kata juara kejutan kembali dihadirkan dari CIMB yang menampilkan karya Paduan Suara dengan membawakan lagu nasional juga daerah dari Nusantara. Disuguhi berbagai makanan khas daerah.

Kami melalui lift karena akan menempati tempat duduk di bagian atas dan posisi saya agak menyudut kesamping. Beruntung mata masih bisa melihat seluruh bagian depan panggung dan ten5u saja saya tak ingin melewati bagian tiap adegan yang dimainkan. Drama Musikal dari Tanah Air patuh di beri dukungan karena memang banyak sekali tampilan serupa dari luar negeri yang diakui dunia dan cukup mencuri hati masyarakat Indonesia. Sangat bangga sekali Sun Life Indonesia mendukung penuh seluruh rangkaian dari awal hingga akhir pementasan dan diharapkan ked3pannya akan berlanjut terus memberi kesempatan untuk berkarya bagi seniman Tanah Air.


Perusahaan Sun Life Finansial terus mendukung karya bangsa yang menyajikan sebuah tontonan bermanfaat dan positif  untuk generasi penerus negeri ini. Sun Life Financial Indonesia merupakan perusahaan besar di Indonesia juga dunia dan menjadi salah satu sponsor dari pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa. Dengan dukungan menyeluruh dan penuh dengan kepedulian Sun Life juga akan memberikan rekaman dari pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa kepada ribuan sekolah sehingga anak Indonesia juga bisa ikut menyaksikan bagaimana perjuangan pahlawan bangsa dengan suatu tampilan yang menarik dan berbeda juga akan bermanfaat untuk ketahanan juang generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.


Sejak tirai dibuka jantung saya sudah berdegab kencang dan memang saya mengagumi sebuah pertunjukan seperti ini. Saya paham dengan latihan berbulan bula dari pagi bahkan dini hari demi menyajikan pengalaman estetis yang akan bisa mengubah perasaan penontonnya juga menjadi sebuah media karya guna menyampaikan pesan moral yang begitu tinggi juga panutan bagi pemuda pemudi juga anak Indonesia. 

Adegan dibukan dengan sebuah lantunan lagu yang begitu terekam dalam memori, lagu nasional yang kerap saya nyanyikan sewaktu mengikuti upacara bendera. 6 orang anak dijadikan pemeran yang enerjik dan menurut saya sebuah titik perubahan, sebuah bibit yang akan melahirkan pahlawan baru bagi Indonesia, serangkaian anak Indonesia yang meneruskan sikap,dan mencontoh semangat juang pahlawan dalam berkarya yang mengharumkan negeri. Pahlawan baru anak-anak Indonesia yang terus didukung dengan banyak pihak di Indonesia. Pahlawan baru yang akan memajukan dan menentukan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Begitu cerita yang ditampilkan membuat saya mengikuti alur dan larut mengulang mengusung mesin waktu kembali ke jaman penjajahan.

Setiap suasana, setiap daerah yang diceritakan penuh dengan aksen kebangasaan yang kuat seolah-olah saya melihat kembali melihat secara nyata dan langsung para pendiri bangsa mempertahankan kemerdekaannya. Dari sabang sampai merauke dengan berbeda suku, bahasa, wilayah juga adat istiadat tetap menginginkan persatuan untuk Indonesia. Mengapa bangsa lain berbondong menyerang dan ingin memperebutkan bangsa ini?? Karena bangsa Indonesia begitu kaya, indah alamnya, subur tanahnya, timah, emas, gas, rempah yang begitu banyak membuat bangsa lain ingin memperebutkan Indonesia. Tata lampu yang berwarna dengan sorot yang nyata dan tepat sesuai suasana mengalihkan perhatian sehingga perpindahan tiap adegan dan set terkesan seperti sulap dan kilat. 

Pemain yang total berganti suasana, menghafalkan puluhan gerak, berganti tiap kostum yang rumit, dan mengenal properti yang digunakan beragam membuat saya takjub dan yakin bahwa pemain berperan dengan aksi dari hati dan penuh kasih juga tetes keringat dan kaki yang lebam.
Siapa sosok Pahlawan yang saya tahu?? Cut Nyak Dien, Ki Hajar Dewantara, HOS Cokroaminoto, apakah hanya itu Pahlawan bangsa ini?? Tidak tetapi ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang yang bahu membahu menyusun kemerdekaan, mempertahankan kekayaan ini, berteriak darah untuk menyatukan semua suku dan budaya menjadi Negara Republik Indonesia. Anak-anak dari Pahlawan terdahulu yang ikut memegang tombak, bambu runcing dan semangat menginjakkan kaki di tanah kelahiran untuk tetap mempertahankan keutuhan dan menyelamatkan bangsa Indonesia. Menepis peluru, merelakan tubuhnya tetumbuk dan terkujur demi Indonesia. Suasana nyata seperti itu sungguh tampak terasa di atas panggung. Dengan iringan orkestra yang begitu elegan merujuk pada rangkaian setiap adegan. Suara merdu para tokoh juga karakter kuat menunjukkan betapa Pahlawan sangat menginginkan bangsa Indonesia bersatu teguh hingga ribuan tahun dan sampai generasi ke generasi.

Kursi yang saya duduki terasa begitu kaki karena menahan detak jantung saya dan membuat saya merinding dan juha terharu menyaksikan pertunjukan ini. Betapa saya ingin langsung menjadi bagian didalamnya, merasakan pesona nyata untuk langsung terjun dalam penggarapan sebuah karya yang fenomenal tepat pada momen yang penuh perjuangan kala ini. Negara yang maju akan yerus menghargai jasa Pahlawan dengan ikut terus aktif dalam kegiatan bela negara dengan berbagai karya dan prestasi yang mendunia. Selama 3 jam penuh aksi semua tim produksi begitu terlihat korelasi yang menyatu. 

Karya ini akan sangat menarik bila disaksikan keluarga bersama anak-anaknya agar dapat belajar sebuah pengalaman yang penuh manfaat juga sarana edukasi tetapi tetap memiliki nilai seni yang begitu kaya. Karya mas Adjie N.A ini patut mendapatkan apresiasi positif sehingga di karya karya berikutnya akan mendapat simpati yang lebih luas lagi dan menyeluruh masuk dan memberikan edukasi untuk anak Indonesia guna mendapatkan keteguhan juang  yang tinggi untuk memiliki prestasi dan mengharumkan Indonesia. Semoga karya berikutnya akan lebih hidup dan mengisi kekosongan dengan tampilan yang lebih dramatis agar penonton dapat terombang ambing juga memiliki perhatian penuh menyaksikan sebuah pertunjukan yang fenomenal. 

Sun Life Indonesia juga memberikan apresiasi kepada para penggemar setia drama musikal khatulistiwa, sebelum karya ini dipentaskan diadakan sebuah lomba video untuk menyatakan sebuah Aksi Dari Hati yang berbeda setiap orang untuk persatuan negara Indonesia. Video di kirimkan sesuai syarat dan ketentuan dan dipilih pemenang utama dan hadiah dipersembahkan oleh Sum Life Indonesia. Perusahaan terkemuka di dunia ini tak berhenti memberi dukungan hanya pada pertunjukkan saja tetapi komitmen terhadap langgeng dan rukunnya bangsa Indonesia. Semoga akan berlanjut program positif yang digulirkan oleh Sun Life Indonesia dan membuat karya bangsa lebih dihargai dan diminati  oleh masyarakat seantero negeri.




3 komentar:

  1. Serunyaaa ... sayangnya aku nggak kebagian nonton. Makasih tulisannya mama Babam. Jadi seperti menonton :)

    BalasHapus
  2. Wah bener nih, para pemeran bs dgn bagus menampilkan pahlawan dgn aksennya juga ya :)

    BalasHapus
  3. Bahagia, merinding, terharu nontonnya.

    BalasHapus