Sabtu, 15 Oktober 2016

Wonderful LIfe : Menghangatkan Bulan Peduli Disleksia Indonesia




Sudah sejak beberapa minggu sebelum jadwal tayang serentak di Bioskop Indonesia. saya sudah melihat cuplikan melalui website dan Facebook. Sebuah Film keluarga Indonesia yang membuat saya mengosongkan tanggal disaat tepat hari ulang tahu saya. 13 Oktober serentak akan tayang di Bioskop dan saya sengaja akan menyaksikan tepat di hari spesial saya untuk film yang menurut saya spesial ini. Mengapa ?? jelas tema yang diangkat selain sepenuhnya mengenai keluarga, Wonderful Life menyuguhkan tema yang belum diangkat sebelumnya yaitu disleksia. Tepatnya film Wonderful Life menggambarkan kehidupan nyata seorang Ibu yang memperjuangkan anaknya yang memiliki disleksia. Istimewa sekali kali maka akan semakin banyak pula orang yang mengenal akan disleksia dan peduli dengan anak disleksia. Anak-anak disleksia memiliki cita-cita juga yang harus diperjuangkan sesuai pendekatan yang tepat dan mengembirakan.

Sore hari saya mengambil waktu untuk menyempatkan hadir dan menyaksikan film Wonderful Life bersama para Ibu dan juga Ayah dan beberapa teman. Dengan menonton bersama-sama semakin akrab silahturahmi saya dan teman-teman juga bias saling  mendukung dan berbagi mengenai pengalaman parenting yang sangat menarik. Saya kira di bioskop tersebut sepi penonton ternyata dengan hadirnya film Wonderful Life penonton di penuhi sebagian besar para orang tua yang memiliki anak juga beberpa penonton yang memang datang bersama kerabatnya. Kursi di dalam studiopun sudah lebih dari setengah dipadati oleh penonton, ternyata memang banyak yang antusias dengan film Wonderful Life ini, huhhh untung saya saya datang disaat yang tepat dan mendapatkan kursi yang nyaman untuk menonton.



Scene awal memang dipenuhi beberapa dialog yang mengenalkan penonton kepada anak disleksia, yang memiliki kesulitan belajar spesifik salah satunya bias terlihat dengan gejala sulit untuk membaca dan menulis, selain itu anak disleksia juga memiliki beberaa kesulitan yang menyeluruh dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Perjuangan Ibu dalam film yang diperankan sungguh mendalam oleh Atiqah Hasiholan cukup membuat perasaan bergejolak dan juga dahi berkerut begitu alur cerita yang dirancang untuk membuat penonton selain menjadi hanyut perasaat, tetapi juga haru biru menteskan air mata. Mendengar suara sesenggukan dari penonton membuat saya ikut meneteskan air mata. Perjuangan Amalia untu Aqil anaknya di hadirkan mengigit dan terasa nyata untuk saya sebagai seorang Ibu. Bagaimana kebimbangan, pertentangan batin, juga tekanan yang terus coba dilewati Amalia penuh pperjuangan juga tangisan.

Untuk Aqil sendiri sebagai anak disleksia ia merasa tidak percaya diri dan mengganggap selalu di abaikan oleh Ibunya. Peristiwa dan kejadian terus berlangsung, dimana Amalia mencari cara untuk merawat dan melindungi Aqil sehingga ia bias berprestasi dengan baik. Perjalanan dengan suguhan pemandangan yang apik menambah lagi nilai plus dalam flm ini, begitu juga adegan lucu yang di tawarkan menjadi obat saat air mata terus mengalir.

Kurang lebih 1,5 jam saya menyaksikan film Wonderful Life, dan diakhiri dengan air mata juga beberaa kali menyeka wajah. Kembali bersapa dengan teman yang menyaksikan saya juga bertanya bagaimana pendapat mereka?. Ternyata mereka sangat mengapresiasi film ini dan menjadikan film Wonderful Life Film Keluarga Fovorit mereka untuk saat ini. Begitu menghibur dan memberikan banyak inspirasi, beberapa kali saat melihat media social banyak orang tua yang menonton bareng, adapun juga orang tua yang saling mendukung mengadakan Nobar di Jakarta, bandung, Pekan Baru , Surabaya, Semarag dan kota besar lainnya. Ternyata Film wonderful Life membuat cukup banyak animo masyarakat dan semakin banyak lagi yang mengetahui disleksia, dan orang tua bias menjadi lebih peduli akan bakat juga keberhasilan anaknya.

Film Wonderful Life masih beredar dan baru tayang 13 Oktober 2016, saatnya untuk memberikan hiburan keluarga dengan saling memberi inspirasi untuk sekitar. Bulan Oktober ini juga merupakan Bulan Peduli Disleksia Indonesia, jadi pas kan disaksikan dan memberi warna dalam kehangatan keluarga.

14 komentar:

  1. Aku belum nonton. Jadi pingin nonton baca blognya Mbak Mira :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehe..ayo mba nonton..baper klo saya hehe

      Hapus
  2. Baca ulasannnya jadi pengen nonton filmnyaaaaa. Pesannya dapet ya Mbak Mir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba.. penyampaian di filmnya juga ok .. 😊

      Hapus
  3. Waah filmnya menyentuh sekali mba, jadi pengen nonton juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mba bikin terharu dan pengen peluk orang tersayang

      Hapus
  4. aku pernah baca kisahnya mbak Amalia soal disleksia klo gak salah di tabloid nova, perjuangannya warbiyasah :) blm nonton filmnya, jadi pengin tau versi filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Versi filmnya singkat, namun pesannya untuk orang tua dapet hehehe

      Hapus
  5. Saya baru nonton hari Minggu kemaren. Yess ... banjir airmata hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyahh mba Myra toss.. sama euy

      Hapus
  6. belum sempat nonton, besok nonton ah...

    BalasHapus
  7. Aku ngga berani nontooon, takut nangis bombay & keluar bioskop dengan mata sembab XD Saluuut banget sama Ibu2 dgn anak kebutuhan khusus, Ibu yg kuat dgn anak yg hebat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. huakakaka, sebelum keluar bioskop touc up dulu mak hahaha..hoo ooh menginspirasi

      Hapus