Selasa, 14 Juni 2016

Stop Child Abuse : Ayo Jadi Sahabat Anak



Bertempat di bilangan Thamrin Jakarta Pusat, Selasa 14 Juni 2016 saya menghadiri " Ramadhan Bincang Anak". Acara ini terselenggara dengan mengangkat bagaimana kepedulian masyarakat terhadap meningkatnya kekerasan yang terjadi pada anak yang begitu signifikan. “Ramadhan Bincang Anak 1437 H terselenggara oleh KAMI dan Komnas Anak Era Baru dibawah kepemimpinan Kak Seto dengan menggandeng Sarinah Persero

(Soegiharto Santoso) Sekjen Koalisi Anak Madani Indonesia disingkat KAMI yang juga menjabat selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer lndonesia (APKOMINDO), mengemukakan ,
"Maraknya kasus kekerasan seksual anak dan perempuan belakang ini membangunkan sinergi dan kesadaran madani dari kita semua, Kami peduli sebagai orang tua yang terus mendidik diri untuk menerima anak yang lain sebagai anak sendiri kalau bukan kita yang peduli siapa lagi?.

Narasumber Acara, (ki-ka) Ka Seto, Ka Hoky, Ka Heny, Ka Ira, Naomi



Benar adanya pemberitaan yang begitu meningkat akan kekerasan pada anak membuat banyak orang tua semakin khawatir akan keamanan juga perlindungan anak diluar rumah, tetapi sangat disayangkan karena penyebab masalah perilaku menyimpang pada anak yang berujung dan tertanam menjadi kenakalan pada usia remaja hingga dewasa, di picu dari pola asuh dirumah, cara dan pendidikan disekolahan dan lingkungan yang buruk. Tak heran jika Kak.Akbar Hadi (Kemkumham) , menyampaikan Tajuk Bincang: Menyorot Realitas Napi Kekerasan Seksual Anak Terbesar Ke-3 Jadi Penghuni Lapas. Seperti juga yang di sampaikan Kak Djoko dalam penjelasannya, lebih mencengangkan lagi dan membuat banyak pihak sadar untuk tergerak adalah angka yang begitu meningkat tajam sejak 26 Mei sampai 14 Juni hari ini bertambah sampai dengan lebih dari 2000 kasus.

Kak. Djoko (Kemkumham)


Turut hadir pula nara sumber yang sangat di kagumi yaitu Kak Seto (KomnasAnak), Kak Niam (KPAI) mengajak para tamu undangan menyebarkan secara luas untuk segera memborbardir kejahatan seksual pada anak juga kekerasan pada anak, bagaimana caranya??? tanamkan pada Orang Tua, Guru, Pendidik, juga Orang dewasa untuk selalu menjadi gardu terdepan melindungi anak-anak Indonesia, menyanyangi anak-anak Indonesia dan mendidik anak dengan cinta.

Nilai sebuah senyuman dan kekuatan cinta akan kepedulian terhadap masa depan dan hak anak merupakan sebuah awal sikap agar masyarakat selalu sadar bahwa setiap anak dilahirkan dalam doa, dalam keistimewaan juga memiliki berbagai hak, apakah anda sudah memberikannya ?. Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989, ada 10 hak yang harus diberikan untuk anak kita. Berikut di antaranya:
 
   1. Hak untuk BERMAIN 
   2. Hak untuk mendapatkan PENDIDIKAN 
   3. Hak untuk mendapatkan PERLINDUNGAN 
   4. Hak untuk mendapatkan NAMA (identitas) 
   5. Hak untuk mendapatkan status KEBANGSAAN
   6. Hak untuk mendapatkan MAKANAN
   7. Hak untuk mendapatkan akses KESEHATAN
   8. Hak untuk mendapatkan REKREASI
   9. Hak untuk mendapatkan KESAMAAN
  10. Hak untuk memiliki PERAN dalam PEMBANGUNAN

Merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua dewasa, yang dengan bijak memberikan sebuah pendidikan yang penuh kasih sayang dan cinta dimulai dari lingkungan keluarga. 

Persembahan dari Gita swara Universitas Budi Luhur


Dalam kesempatan ini pula ditampilkan pula sebuah persembahan yang mengharukan dan indah dari Attitude Achievement Generation gerakan yang dirintis oleh Psikolog Klinis dan Forensik A. Kasandra Putranto dengan lagu-lagu anak dari Allequa Perucha, yang juga dihadirkan bersama Gita Swara Universitas Budi Luhur membawakan lagu KAU BINTANG lagu yang khusus diciptakan Untuk para korban kekerasan. Sementara lagu CINTA INI UNTUK MAMA, untuk mengingatkan pentingnya akan kehadiran Ibu dalam proses Tumbuh Kembang anak. Penampilan tersebut membuat sayang mengingat akan artinya sebuah kasih sayang yang benar-benar sangat dirindukan oleh anak dari orang tua, sebuah perhatian, sebuah belaian lembut, pujian yang menguatkan serta sebuah senyun dan nyanyian ketika saling bercengkrama menjalin bonding antara anak dan orang tua.


Naomi memperagakan adegan di Film Untuk Angeline

Begitu banyak kasus kekerasaan anak yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya kasus tragis dan mengenaskan alm.Engeline 2015. PH Citra Visual Sinema sebagai salah satu elemen dari KAMI, mempersembahkan sebuah karya Film Untuk Angelin, yang terinpirasi dari terkuaknya fakta dari persidangan yang bergulir dalam kasus alm. Engeline. Ramadhan Bincang Anak 1437 H di dukung sepenuhnya oleh Film Untuk Angeline yang bertujuan untuk memperingati “Hari Anak Nasional” pada tanggal 23 Juli nanti, sehingga Film Untuk Angeline akan ditayangkan secara nasional pada tanggal 21 Juli 2016. Pemutaran trailer film juga membuat hati saya sangat tersentuh, terlebih lagi Naomi sebagai pemerang Angelina turut hadir dan memberikan sebuah adegan potongan dari Film Untuk Angelina yang membuat para undangan terharu biru menyaksikan ketulusannya dalam memainkan peran. Film ini juga di bintangi oleh sederetan aktris dan aktor ternama seperti Kinaryosih, Naomi Ivo, Dewi Hughes Tengku Rifnu Wikana, Rowena, Kak Seto, Rama. Riantiarno dan lainnya. Film Untuk Angelina dapat di saksikan untuk keluarga atau masyarakat luas sehingga akan mampu mendongkrak kepedulian masayarakat untuk terus merawat, mendidik, dan melindungi Anak Indonesia dengan cinta dan kasih sayang, sehingga kasus buruk akan kekerasan pada anak tidak terjadi lagi.


Bagaimana berpartisipasi Ayo Jadi Sahabat Anak ?
Dalam sesi ini mengajak masyarakat untuk bahu membahu menjadi sebuah benteng, membangun pondasi untuk memperkuat sebuah senjata yang ampuh untuk menjadi perisai dan melindungi anak-anak agar dapat mengapai masa depan secerah sinar mentari. Semua ini adalah produk dari KAMI, dalam rangka untuk membantu penggalangan program KOMNAS ANAK era baru dibawah kepemimpinan Kak Seto. Ditambahkan pula oleh Kak Seto sebagai Ketua Umum Komnas Anak Era Baru, untuk "Jadi Sahabat Anak adalah keniscayaan yang dinanti agar mempercepat Satgas Perlindungan Anak sampai di tingkat level RT-RW sehingga kasus kekerasan seksual anak dapat terdeteksi cepat dan tertangani, apalagi dari pemberitaan yang ada Napi kekerasan anak terbesar ketiga yang menjadi penghuni lapas. Menjadi sahabat anak artinya mengawasi dan selalu berhati-hati sehingga terhindar dari predator anak.

AYO JADI SAHABAT ANAK 


Ayo Jadi Sahabat Anak



  • Ayo ikuti keseruan acara "Ramadhan Bincang Anak 1437 H " melalui kumpulan twitter dengan hastag : #UntukAngeline21Juli 
  • Juga sebarkan cinta untuk " Ayo Jadi Sahabat Anak" dapat disimak melalui rangkaaian twitter dengan hastag : #AyoJadiSahabatAnak 

















20 komentar:

  1. Hak anak juga nantinya diminta pertanggungjawabannya ya mak sama Allah T_T, btw engeline itu ada trailernya di youtube?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyahh sudah ada mba...betul sekali

      Hapus
  2. saya beberapa kali masih keceplosan pake nada tinggi ke anak :'(

    Semoga anak2 tetap masih mau menjadikan saya sbg sahabat utama mereka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah , sebagai orang tua bisa memiliki pembelajaran baru, saya juga sama-sama belajar mba

      Hapus
  3. Terima kasih sharingnya, saya juga kadang suka kelepasan marah sama anak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. marah karna kasih sayang yah, semoga bisa tegas tanpa menyakiti... makasih mak

      Hapus
  4. Setuju Mak Mir, ayo jadi sahabat anak! Semoga yaaa, kita bisa jadi sahabat anak-anak kitaaaa. Aaaaaaminn :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo jadi sahabat Babam hehehehe..

      Hapus
  5. mari terus menjadi sahabat anak ya mommy kece! :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kece donk mpastinya kan selalu gembira hehe

      Hapus
  6. Selain itu anak juga wajib menuntut perhatian lebih dari orang tua ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap betul saling melengkapi anak dan orang tua

      Hapus
  7. anak-anak mmg butuh sosok orang dewasa yg juga bisa mjd sahabat. Semoga gerakan ini disadari oleh semua kalangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa membuat prlindungan bagi anak-anak

      Hapus
  8. Acara yang bagus..memang penting perlindungan bagi anak-anak. Semoga bisa banyak diadakan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap semoga banyak yang semakin peduli

      Hapus
  9. Jadi ortu PRnya banyak ya, Mak. Jadi banyak harus banyak belajar. TFS, Mak

    BalasHapus
  10. Banyak banget kekerasan pada anak terutama sexual, anak kita perlu kita bentengi dengan agama juga

    BalasHapus