Kamis, 09 Juni 2016

Jakarta-Yogyakarta-Jatisrono-Surabaya-Jakarta : Travelling dengan Bayi 6 bulan



Saat di kereta


 Setelah berpamitan dan ber say- say bye-bye, see ya, matur nuwun, kita melangkahkan kaki kearah luar disambut dengan embun dan membasahi batu batu di halaman rumah Jatisrono. Yap kita sudah bersilahturahmi pada hari itu, dan menghaturkan rasa terima kasih yang hangat karena disambut baik dan di perlakukan dengan istimewa.


Barang bawaan kami bertambah banyak dengan diberikannya oleh-oleh juga berbagai pesanan untuk keluarga dirumah, wahhh tambah lumayan donk yah, sebenaarnya mau meminimalisir barang supaya tidak repot karena sudah membopong si kecil Abraham, yang berat badannya menurut saya tidak kecil lagi.

Perjalanan ke Surabaya

Kita menuju terminal Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya, sebelumnya perjalanan kami dari Jakarta ke Yogyakarta, suda diceritakan juga bagaimana pesiapan kami untuk seminggu kedepan di tulisan sebelumnya di : Mempersiapkan Travelling .  Selanjutnya setelah di Yogyakarta saya melanjutkan cerita di  Perjalanan Yogya-Jatisrono dengan menggunakan kendaraan umum. Begitu cerita kami sekarang masih memantapkan pilihan dengan kendaraan umum, tetapi memilih bus dengan fasilitas yang memiliki AC agar Abraham tidak terlalu rewel dan bisa tidur disepanjang perjalanan, karena perjalanan sebelumnya Abraham tidak tidur karena gerah dan lumayan sumpek berbaur dengan berbagai bau yang campur-campur. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 5 jam, dan benar saja dijalan Abraham hanya menyusu, makan biskuit lnatas tertidur, tidak menimbulkan tangisan berarti, walaupun ia tetap aktif, kadang saya berdiri bergantian dengan suami mengajak Abraham bermain sejenak, sekedar menyanyi atau bermain cilukba. Bus yang kami tumpangi agak penuh banyak penumpang yang berdiri, juga pengamen yang bergantian menjadi penghibur Abraham, karena beberapa diantaranya ada yang suaranya masih enak di dengar, Saat Abraham tertidur pun kami sejenak memejamkan mata, walaupun tidak sebenarnya tidur.

Malam hari kita sampai di Kota Surabaya melihat patung Sura dan Buaya, tergabung lah jadi Kota dengan nama Surabaya (sejarah ala-ala hehehe). Kami dijemput oleh sanak saudara di tempat yang sudah di janjikan sebelumnya. Seingat saya sudah pernah ke Surabaya sekitar 4 atau 5 kali, tapi sepertinya yang benar-benar saya ingat ya kala ini.

Abraham Histeris 

Karena sudah malam, sesampai dirumah saya istirahat, tetapi kendala kami tak bisa tertidur adalah saat memasuki kamar Abraham langsung mengisyaratkan muka ketakutan dan sesaat setelahnya langsung menangis, saya agak bingung kenapa ia langsung menangis tiba-tiba, apa mungkin badannya pegal, kami balurkan minyak kayu putih, sambil agak dipelurut atau dipijat, masih menangis bahkan makin mencengangkan. Tetapi saya tetap bisa mengendalikan diri dan tidak panik, saya pikir Abraham mau menyusu haus dan  lapar, tetapi tidak laku juga ternyata, saya coba kasi senandung ala-ala malah Papihnya tertawa dan tidak memberikan dampak yang baik juga. sudah lebih dari 30 menit Abraham menangis, kadang kencang tetapi perlahan mulai terisak-isak, atau mungkin kolik, tapi saya ingat Abraham tidak pernah menangis seperti ini, pasti ada yang aneh di dalam ruangan ini (kamar). Benar saja setelah saya mengamati seuluruh isi kamar ternyata ada beberapa gambar atau karikatur, lantas saya mencopot gambar tersebut, dan menyodorkannya ke Abraham, gambar A tak ada reaksi masih menangis, gambar B reaksi datar, lantas gambar C terakhir, nahh ini dia yang jadi masalah setelah saya sodorkan ke depan mukanya Abraham ia langsung berekspresi dengan bibir melengkung kebawah, dahi mengkerut dan mata terpejam, karena takut. Lalu saya pinggirkan lagi, dia menatap sekeliling ruangan menangisnya sudah mereda, lalu saya ingin memastikan apa benar karena gambar ini ia menangis, sekaligus menyalurkan bakat iseng saya sodorkan lagi dan menagis histeris lagi. Ooh berarti masalahnya sudah ketemu, saya dan suami geleng-geleng sambil memangku Abraham Papih tertawa heran , kenapa bisa takut melihat gambar lucu seperti itu, lantas langsung saja Abraham saya timang-timang dan tertidur, mungkin ia lelah di perjalanan, lelah menangis, dan sedikit kesal karena saya sodorkan kembali gambar itu. 

Saya perhatikan itu hanya gambar karikatur Mr. Bean yang menurut kami orang dewasa, mungkin menurut Abraha itu mengerikan, hehehe. Jadi saya sampaikan dan meminta ijin kepada Pakde untuk sementara menyimpan gambar karikatur Mr. Bean itu dan saya ceritakan ternyata Abraham takut.

Satu Hari di Surabaya

Pagi hari di Surabaya ternyata tidak sejuk seperti yang saya bayangkan, dan siang hari disana juga cerah meriah, diterjang sinar matahari yang membuat legam kulit, alias panas. Kami mengunjugi beberapa saudara disana, dan sore harinya kami mengunjungi dan  melewati Jembatan Suramadu. ternyata panjang sekali yah, sejauh 5438m, dan masih merupakan jembatan terpanjang di Indonesia melintasi Selat Madura, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Lebih indah melintasi Jembatan Suramadu  memaang saat senja tiba, lampu-lampu mulai memecah langit dan memberi sentuhan cahaya yang kontras dengan sinar matahari terbenam digantikan sinar bulan juga bintang. Kami membeli beberapa oleh-oleh yang ada di daerah sekitar Jembatan Suramadu. Saya membeli kostum anak, tetapi mengurunkan niat membeli topeng reog, masih khawatir Abraham takut lagi, dan membeli beberapa VCD tari. Kami lantas kuliner malam dengan rawon khas Surabaya, dan keseharian Abraham merasa senang melihat berbagai kilau lampu, memegang pernak-pernik juga menikmati aroma rawon. Kalau yang makan si Mamih dan Papih, oia Abraham juga makan Rawon tetapi melalui ASI, hehehe.

Kembali ke Jakarta

Karena kami sudah memesan tiket pulang pergi, kami tidak bisa menambahkan waktu liburan kami satu hari pun, 7 hari juga sudah cukup untuk kami saling mendekatkan satu sama lain, belajar mengerti dan membagi tugas, tidak egois dan ngebossy masing-masing pihak, walaupun beberapa kali agak lama memutuskan beberapa hal, seperti naik andong atau tidak, beli oleh-oleh atau tidak, mau makan apa, mungkin itu yang agak kami perdebatkan sedikit, selebih kami gembira. Untuk Abraham saya yang menggurus semua keperluannya, seperti menyiapkan bubur tim, buah, juga biskuit, karena baru Mpasi beruntung Abraham tidak mengalami alergi, walauppun masih belajar untuk menerima makanan yang masuk dalam mulutnya. Untuk pencernaan Abraham tidak begitu sensitif, bisa sedikit terpapar udara yang tidak bersiih sepenuhnya. Nah bagian mengemasi baju dan peralatan lainnya, itu tugas papih, karena iya bisa melipat hingga kecil dan masuk semua barang kami di dalam keril.Tetap memisahkan baju ganti 2 buah, popok, minyak kayu putih, tisu basah, dan handuk kecil, makanan, juga mainan ditas selempang saya.

Kami menuju Pasar Turi dengan di antar oleh Pakde, tiket dan tanda pengenal sudah saya persiapkan, dan membayar tiket Abraham senilai 10% dari harga tiket kereta kelas yang kami pilih. Memasuki gerbong kereta sore hari Abraham nampak sedikit kelelahan, matanya cekung dan tidak banyak bergerak, ternyata air mulai keluar dari hidungnya dan Abraham sedikit flu, tetapi wajar karena menempuh jarak yang jauh juga berpindah pindah tempat. Lalu di perjalanan saya gempur Abraham dengan ASI juga minum air putih hangat, dan Abraham kembali ceria, ketika malam menjelang Abraham menguap dan yeay tidur sepanjang malam, kami bergantian bangun untuk mengganti popoknya.

Abraham Senang Dalam Perjalanan


Sekitar 12 jam perjalan kereta kami saat itu Surabaya-Jakarta, pagi hari Abraham menyapa, pramugari kereta, dan sedikit gumoh mengenai pakaian yang saya kenakan, juga lantai kereta karena sehabis menyusu. Lantas ada petugas yang datang utnuk membersihkannya, sesampainya di Stasiun Kota kami menggunakan taksi untuk kembali kerumah dan membongkar oleh-oleh, namun kenangan keluarga kami tetap tersimpan apik dalam hati kami semua.

Perjalanan kami waktu saat Abraham berusia 6 bulan, dan sekarang Abraham sudah berusia 3 tahun, perjalan pertama kami saat itu mebuat kami jadi doyan jalan-jalan, walaupun juga melihat isi kantong kami, tetapi suasana yang kami bangun tetap menyenangkan, karena bagaimananpun sunset tetap ada, sunrise tetap bersinar, hawa sejuk juga akan selalu hadir, tetapi kenangan bersama keluarga akan kita ciptakan dengan kehangat serupa


Perjalanan kami yang menyenangkan















24 komentar:

  1. babam emang dari kecilnya sudah super aktif ya mamih..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba ... skrg udah mulai lumayan, terapinya ada kemajuan

      Hapus
  2. membawa si kecil memang suka mendebarkan ya mba. Apalagi si kecil belum bisa ngasih tahu perasaannya dan suka berakhir dengan rewel. untungnya rewelnya ga keterusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyahh mba, harus tau benar karakter anak, dan tau yg dia mau hehe

      Hapus
  3. kalau aku keluar kota bareng si kecil pasti capek banget. anakku aktif banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. capenya terbayar mak.. hehe
      Babam aktif dan sudah ke dokter anak, neurolog, juga psikolog, skrg lg menjalani terapi agar bisa patuh. dan keaktifannya bisa tersalurkan

      Hapus
  4. Ealaahh abraham takut mr.bean ternyata.. lucu ya mak selalu ada keseruan dan kehebohan klo bawa bayi traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mak, disodorin berulang kali tambah kejer, tapi itu moment lucu sebetulnya, heheheh (#emakiseng)

      Hapus
  5. Naik kereta jarak jauh kan ya Mbak. Btw itu tiket keretanya pesan online Mbak? Aku tuh penasaran, kalau seandainya kita kehabisan online, bisa ngga yak beli langsung di loket tiket? Haha...OOT deh jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya saya beli sebulanya sblmnya mak, klo pas hari H sepertinya tidak bisa.

      Hapus
  6. Lhoh mbaaa kapan ke Jogja? Kabar2in dong biar bisa meet up ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada rencana lagi mba, nanti klo kesana bisa ketemuann yahhh

      Hapus
  7. Kalau jalan-jalannya kompak gitu, walaupun perjalanan jauh tapi rasanya bahagia aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mba myra betul beul..bahagia rasanya

      Hapus
  8. wah seru banget nih ..... aaa kapan aku jalan jalan heheheh

    BalasHapus
  9. tapi aku agak horor kalau bawa bocah jalan-jalan naik kereta selain asep rokok ngebul2 takut dia kecapekan, emak super sampeyan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak ada asap rokok mba, ekonomi skrg jg AC koq, udh nyaman naik kereta.. memang polusi yg bikin geram

      Hapus
  10. Aku jd deg2an, seminggu lagi bawa kedua balitaku ke Surabaya tanpa suami, tapi bareng adekku sih. Naik KA ekonomi pula, krn tiket pesawat dan KA dah mahal2 :))
    Beginilh kalau mudik gak direncanakan hehehe. Moga2 bisa sesukses dirimu deh Mbak, mungkin bawa mainan dan biskuit2 buat nyemil gtu agak banyakan kali ya TFS :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mahal mahal, ekonomi AC udah duingin n nyaman koq skrg, hanya beda kursi aja..iyah bawa maunan n camilan yg mereka suka..

      Hapus
  11. Wah, foto Abraham keren banget, sampai bisa ada efek bayangan gitu...
    Salam kenal Mba :D

    BalasHapus