Rabu, 06 April 2016

Teknologi Digital yang Ramah Bagi Tunanetra

Dunia digital mulai merambah ke berbagai kalangan, begitu pun halnya untuk para penyandang Tunanetra. Selama ini saya mengira komputer, smartphone, ataupun gadget lainnya hanya diperuntukkan bagi siapa saja yang mempunyai kemampuan visual normal. Kabar membahagiakan yang dibagikan Selasa 5 April 2016, Karya Tunanetra (KARTUNET) bersama Rumat Internet Atmanto (RIAT) ,di Rumah Internet Atmanto (RIAT), Jalan Pengadegan Utara no. 14, Cikoko, Jakarta Selatan, mencetuskan pelatihan untuk memudahkan para Tunetra menyelami dunia maya yang penuh pengetahuan.


Rumah Internet Atmanto


Adapun program yang dilaksanakan berupa sosialisasi pelatihan internet Tunanetra meliputi, :

  1. Pelatihan pengenalan komputer
  2. Pengenalan internet bagi masyarakat dengan keterbatasan
  3. Pelatihan online commerce bagi penyandang keterbatasan
  4. Pengembangan website crowdsourcing

Tentu saja program yang diberikan memiliki tunuan mulia untuk memberdayakan agar penyandang disabilitas visual (tunanetra) menjadi lebih peka dan mengorganisir internet anti "gaptek".

Pemberdayaan Teknologi untuk Tunanetra

RIAT sendiri memiliki Misi untuk menyediakan solusi praktis permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan bantuan teknologi. Dengan maksud memberikan nilai lebih kepada lingkungan masyarakat. Sesuai demgam Visi dari RIAT yakni, pemberdayaan masyarakat umum dan penyandang disabilitas agar mampu mandiri.

Lantas bagaimana cara pengoperasian dari teknologi yang diberikan? seperti yang di jelaskan Dimas dan Riqo yang merupakan penggagas didirikannya Kartunet dengan mengedepanan indera pendengaran atau audio untuk memudahkan dan mengarahkan. Seperti yang disampaikan pula, sebetulnya tombol handphone, keyboard komputer juga telah memfasilitasi bagi tuanetra untuk bisa mengetahui letak huruf dengan tanda titik sebagai patokannya. Tetapi banyak masyarakat umum yang belum paham dan disini bersama kita akan membagi ilmu agar bisa dipraktekan bagi masyarakat umum. 



Teknologi dapat dinikmati penyandang tunanetra

Apakah ada alat khusus yang sulit terjangkau karena terlampau mahal?. Tentu saja untuk mengoperasiannya kita merubah perintah yang biasanya visual dibantu dan diubah dalam bentuk audio atau suara, dan software tersebut ada yang berbayar ada juga yang gratis. Software screen reader juga bisa disesuaikan dan dipilih. Tak hanya mengandalkan screen reader hendaknya pengguna dapat mampu beradaptasi dengan media yang digunakan jadi bisa lebih mudah dan terampil untuk melenggang di kancah digital.

Pelatihan akan dilakukan bertahap dan berlangsug mulai bulan Mei 2016, diharapkan peserta sekitar 10 orang tiap bulannya yang diawali di wilayah Jabodetabek, kemudian berlanjut ke daerah. Dimas juga mengharapkan peserta akan mampu mmbagi ilmunya semakin luas lagi kepada masyarakat, agar bertambah masyarakat penyadang tunanetra yang semakin sadar akan kebutuhan dan memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan kemampuan serta kemandirian.


Gathering Pelatihan Internet Bagi Tunanetra
Teknologi yang kini telah banyak dinikmati oleh masyarakat luas, tentu saja dengan kerjasama RIAT dan KARTUNET juga sosialisasi kepada masyarakat luas kedepannya, akan dirasakan pula oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas, bagaimana fungsi juga kemudahan teknologi untuk berbagai kebutuhan.

Revolusi Digital yang telah di canangkan Presiden Jokowi, diharapkan para penyandang disabilitas juga dapat mengambil bagian dari revolusi digital, karena internet juga dipilih karena Bapak Indar Atmanto memilih bidang pengabdian di bidang teknologi. Untuk kehidupan saat ini kita sudah selalu berdampingan dengan peran internet untuk berbagai kebutuhan di banyak bidang. Pemberdayaan internet bagi masyarakat penyadang disable juga memberikan dampak yang positif dalam dunnia keseharian, pendidikan, juga dalam lingkup pekerjaan. Contohnya saja, mas Riqo yang bertempat tinggal di Sawangan, Depok merasakan pendapatan dalam nilai mata uang dolar yang besar sejumlah 20.000 US Dollar. 


Dengan adanya kerjasama yang baik, juga telah di sahkannya UU no 19 tahun 2011 tentang hak-hak penyandang disabilitas, besar harapan penyandang disabilitas mampu memperoleh akses terhadap teknologi seperti masayakat umum lainnya.

website Kartunet : www.kartunet.com 


9 komentar:


  1. Nice Artikel, semoga jaya terus blognya. Jangan lupa BlogWalking Bro

    http://www.1smangat.cf

    BalasHapus
  2. Ternyata penyandang disabilitas juga bisa berkarya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. haruuss.. karya tak mengenal batas

      Hapus
  3. Waaah kereeen. Sekarang penyandang tunanetrapun jadi bisa melek internet ya Maaak. semoga bisa rata kesemua daerah deh.. Aaaaaamiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyahh mba..semangat...saya juga masih byk belajar lagi..hehehe

      Hapus
  4. Apresiasi penuh untuk para penggagas ide.

    BalasHapus
  5. semoga kedepannya banyak yang terbantu terutamanya dalam hal pekerjaan

    BalasHapus
  6. Wow keren mbak.. semoga ini makin bisa membantu akses untuk sodara kita yang membutuhkan ya. Thanks sharingnya, saya teruskan ke teman saya yang langsung berhubungan dengan adik adik difabel, semoga bermanfaat buat dia. Thank you. Salam kenal :)

    BalasHapus