Senin, 08 September 2014

Biarkan lidah menari dan terbang hingga Sulawesi


Merasa beruntung bagi saya untuk tinggal disuatu daerah dengan tatanan masyarakat yang heterogen. Yap mungkin ini bukan Ibu Kota dari Indonesia, sebuah negara yang kaya akan budaya dan begitu banyak provinsi yang merangkainya. Ini adalah Kota Tangerang dengan pembangunan kian berkembang dari masa ke masa, bisa dilihat bagaimana bentuk bagunan yang makin lama penuh dengan sebuah peningkatan dalam segi ekonomi, begitu banyak mall yang berdiri tegap juga apartemen, hotel, gedung tinggi yang menantang langit. Summarecon Mall Serpong salah satu mall yang luas dengan penuh event menarik perhatian saya selain live performance tentunya paling mengesankan yaitu wisata kuliner didesain mengitari mall dengan pilihan nuansa yang beraneka. Bila berpergian ke sesuatu tempat pastilah saya mencari sesuatu yang khas dari daerah tersebut, salah satu yang paling menarik dan dicari ialah bagaimana memanjakan lidah agar dapat mengingatkan kembali akan tempat yang pernah saya singgahi. selain bangga akan hasil budaya berupa kesenian, saya menikmati hasil olahan berbagai macam khas daerah tersebut. karena begitu kaya akan suku dan budaya tentunya akan kaya pula hasil karya dari budaya tersebut. hmmmm kalau diandaikan mungkin perlu waktu yang lama jika saya harus mencicipi berbagai buah karya yang nikmat betul tersebut. bersyukur teramat senang saya mengetahui dari berbagai media sosial mengenai akan diadakan lagi Festival Kuliner Serpong yang memang telah berlangsung beberapa kali, di awali pada masa tiga tahun silam yakni 2011 dengan keindahan yang dicanangkan dalam Beauty of Bali, tahun 2012 menghangatkan lidah dalam sensasi terasa membara khas Minang Nan Rancak, juga yang selalu memberi kesan ingin kembali lagi pada tahun-tahun yang akan datang berlabel Jawa sing Ngangenin pada 2013, yang membuat saya benar-benar rindu akan riuhnya indera perasa ini. Tahun ini 2014 mengusung tema Namanna Pe Sedap, wah wah wah terdengar begitu apik, renyah dan memotivasi agar saya bisa berburu lagi ke suasana itu.
Berbagai stand kuliner Nusantara yang disajikan sebagai pilihan santapan nikmat


Berkah yang kami dapat untuk makan puas di festival kuliner serpong 2014
Setelah puas dalam tahun sebelumnya tentunya saya memiliki sifat dasar manusia, jikalau puas pasti bercerita kesana kemari. Benar saja saya mengajak beberapa teman untuk kembali memanjakan lidah dalam khas makanan nusantara tanpa perlu lagi menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk sekedar mencicipi makanan khas daerah tersebut. Saya bersama teman-teman dan tentu saja karena memiliki batita usia 17bulan saya juga turut mengajaknya. Mereka semua sontak terkejut dan bingung ingin menyantap makanan apa, karena semua terasa magnet yang harus dicicipi satu persatu. Dalam desain stand rumah adat khas Sulawesi, juga tak ketinggalan bangunan unik Kapal Pinisi, serta lantunan lagu daerah Sulawesi mengingatkan saya akan lagu yang mengiring saya pada saat menari tradisional Pakarena beberapa tahun silam. Sungguh pengalaman estetis yang menenangkan, memberi pesan akan hadirnya kemeriahan masakan khas nusantara disini menjadi sebuah simbol bahwa negara Indonesia memiliki warisan budaya yang tak dapat diukur dengan materi. Fasilitas penunjang kenyamanan untuk berkuliner banyak sekali ditawarkan, mulai dari charging area, tak perlu takut anda kehilangan moment berharga karena kamera handphone sudah lemah dayanya, selain itu ada pilihan lesehan jika anda ingin menikmati layaknya dirumah sendiri dengan santai, selain itu ada fasilitas playground untuk anak dilengkapi dengan kolam pasir luas, tak khawatir lagi donk anak anda gelisah atau bosan. Seperti Abraham anak saya, setelah menikmati nasi lengko juga mencicipi kue cubit, ia puas bermain pasir juga odong-odong komedi putar.wahh lengkap banget donk jika mengajak seluruh keluarga turut serta. Saya dan teman-teman juga mencicipi makanan seperti bubur manado, sop konro, sate ayam juga martabak medan, tuhh kan lengkap sudah satu kuliner Indonesia tumpah meriah disini.panggung nan megah dalam rancangan kapal Pinisi juga memanjakan mata serta telinga, hanya dengan berkuliner di Festibal Serpong tahun ini akan terasa menyegarkan kembali seluruh panca indera nikmatnya melayang. Tak lupa kami melakukan beberapa sesi foto yang memang saya niatkan untuk di ikut sertakan dalam lomba.


oleh-oleh khas makasar sebagai pilihan untuk kerabat juga tersedia lengkap

Kenyamanan fasilitas yang membuat kami betah serta ceria


Mungkin dalam tahun ini sungguh berkah yang melimpah, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi kembali di Festibal Serpong 2014 dengan gratis voucher makan sebesar 500rb. Akhhhhh sungguh menganga dan bersyukur teramat sangat saya bisa mengajak keluarga pada 3 hari berikutnya untuk ikut megoyangkan lidah, juga terasa terbang hingga sejauh menyeberang pulau Sulawesi, karena ya suasananya sudah seperti berada disana. Saya merasa kembali ke masa kecil mengingat kembali jika orang tua memanjakan saya dengan jajanan yang bisa saya temui disini, teman saya juga berkomentar bahwa ia rindu akan peluk hangat orang tua di Makasar bisa sedikit terobati dengan masakan yang tersaji seperti layaknya dirumah, penuh denga ketulusan. "Akhhhh" jadi moment yang hangat, terharu juga senang bukan kepalang. 

Walaupun untuk mencicipi makanan kita hatus sedikit bersabar, karena benar-benar ramai dan mengantri panjang seperti gerbong kereta yang sambung menyambung tak terputus. Dengan pengunjung yang padat dan berasal dari berbagai daerah, lantas tak membuat tempat ini lusuh, kotor atau tak sedap dipandang, justru sebaliknya mungkin hampir tak ada sampah yang bertebaran, salah satu ya karena petygas kebersihan yang cermat dan gesit saat melihat ada tempat yang kotor, tetapi tentunya di dukung oleh sikap masyarakat yang makin peduli dengan lingkungan, tentunya kita juga turut sera, pastinya tetap menjaga apa yang di hibahkan oleh nenek moyang berupa karya budaya yang melimpah.


Mengabadikan moment bersama kawan setelah merasa puas mencicipi berbagai kuliner Nusantara
Dengan voucher gratis makan tambah lagi dong cita rasa yang lidah saya terima, penasaran saya mencicipi Risol setan yang sungguh memberi suntikan rasa panas sesaat dilihat karena terlampau pedas, tetapi renyah sehingga saya ingin terus memakannya, belum lagi es durian yang kental menggoda, ditambah otak-otak Baba nan hangat serta gurih pas dengan saus segarnya. Belum puas juga, jangan khawatir masih ada sate bebek, bebek goreng keremes yang membuat mulut ada terus berolahraga, dtambah dengan kerak telor dalam aroma menggelitik hidung juga membuat mulut terus mengunyah. Ibusaya yang turut serta juga berkomentar, ternyata gudeg dan sayur kreceknya benar asli rasanya, terasa puas seperti memakan masakan sendiri, ditambah lagi karena Ibu yang berkomentar saya bertambah bangga dong, apalagi bisa mentraktir beliau hehehe. Masih belumm puas lagi?? Mungkin ini jurus pamungkas, ada pula beragam barang kerajinan hasil UKM, panganan ringan bisa dijadikan pilihan untuk dinikmati dirumah. Malam sudah semakin larut dan kantung belanjaan yang berisi beberapa souvenir juga makanan ringan telah dijinjing, dengan harga makanan kuliner yang ditawarkan berkisar 5rb sampai 70rb rupiah tak perlu merogoh kocek yang begitu dalam, dibandingkan harus pergi kesemua wilayah satu persatu. Saya yakin dengan terus diadakannya Festival Kuliner Serpong akan ada kepuasan kepuasan selanjutnya, juga kerinduan yang terlampiaskan dalam program ini. Semakin berkembang dan meningkatkan dengan langkah pasti untuk melestariskan beragam warisan budaya Indonesia.



Betapa bahagianya si kecil ikut bereksplorasi dalam permainan pasir

Fasilitas yang membuat anak tak bosan tentunya hadir memanjakan keluarga

















4 komentar: